Jumat, 23 Maret 2012

Peran yg Dimainkan H.Agusalim


Partai Kita Semua

Sudah lama terasa di hati, namun baru kini berhasil aku utarakan. Sudah semenjak lama aku merasakan ada yang aneh “Ada apa dengan PKS?”. Semenjak naik rengking pada pemilu tahun 2009 kemarin, semenjak menyatakan diri menjadi partai terbuka, semenjak oh semenjak...
Masih teringat dahulu sebelum tahun 2009, partai kita yang satu ini sering mengadakan demo (demo damai tentunya) terutama sekali yang bertemakan Solidaritas untuk Palestina. Ada peluru nyasar ke Jalur Gaza, mari kita demo.. ada korban jatuh akibat ulah Zionis Yahudi, kita demo akbar.. dan lain sebagainya.
Namun cobalah tuan tengok sekarang, sudah berapa kali Israel menyerang Jalur Gaza, sudah berapa nyawa yang syahid, katakan kepada saya tuan sudah berapa kali? Katakan kepada saya tuan, apakah karena saya yang jarang menonton TV atau beritanya memang tidak diekspose oleh media-media yang katanya berada dibawah kendali Kaum Liberalis. Saya sama sekali tidak pernah mendengar, melihat, ataupun membaca berita perihal aksi demo atau solidaritas mereka untuk Palestina.

Dahulu pada tahun 2004, PKS adalah partai saya. Saya menganggap partai ini merupakan inkarnasi dari Partai Masyumi. Ya.. Masyumi merupakan partai saya dan keluarga, keluarga kami merupakan keluarga Muhammadiyah. Tetapi semenjak melihat perubahan yang terjadi dalam tubuh partai ini pada pemilu tahun 2009. Saya memutuskan untuk tidak memilih, hal ini karena tidak ada satupun partai yang termasuk kriteria. Tidak ada Partai Islam yang benar-benar memperjuangkan Syari’at Islam. mereka hanya menjadikan Islam sebagai alat untuk berpolitik.
Ketika bertukar fikiran dengan kawan-kawan, saya pernah berujar “Pada saat sekarang ini kita (para alumni pemilih PKS 2004) hanya dapat berdo’a, berharap, dan menunggu akan datangnya sosok seperti Haji Agusalim dalam tubuh partai..”
Haji Agusalim merupakan tokoh yang menyelamatkan Partai Syarekat Islam (namanya biasa disingkat dengan SI) dari penyusupan Kaum Komunis. Sehingga partai ini pecah menjadi dua yakni SI Merah dan SI Putih. SI Merah merupakan kelompok yang telah terkontaminasi sedangkan SI Putih merupakan kelompok yang masih bersih hatinya dan kukuh dalam memperjuangkan Syari’at Islam.
Hingga kini kami masih terus menunggu, namun belum juga tampak ada tanda-tanda kemunculan dari orang yang saya harapkan dapat menyelamatkan partai kita yang satu ini...

sumber gambar:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jumat, 23 Maret 2012

Peran yg Dimainkan H.Agusalim


Partai Kita Semua

Sudah lama terasa di hati, namun baru kini berhasil aku utarakan. Sudah semenjak lama aku merasakan ada yang aneh “Ada apa dengan PKS?”. Semenjak naik rengking pada pemilu tahun 2009 kemarin, semenjak menyatakan diri menjadi partai terbuka, semenjak oh semenjak...
Masih teringat dahulu sebelum tahun 2009, partai kita yang satu ini sering mengadakan demo (demo damai tentunya) terutama sekali yang bertemakan Solidaritas untuk Palestina. Ada peluru nyasar ke Jalur Gaza, mari kita demo.. ada korban jatuh akibat ulah Zionis Yahudi, kita demo akbar.. dan lain sebagainya.
Namun cobalah tuan tengok sekarang, sudah berapa kali Israel menyerang Jalur Gaza, sudah berapa nyawa yang syahid, katakan kepada saya tuan sudah berapa kali? Katakan kepada saya tuan, apakah karena saya yang jarang menonton TV atau beritanya memang tidak diekspose oleh media-media yang katanya berada dibawah kendali Kaum Liberalis. Saya sama sekali tidak pernah mendengar, melihat, ataupun membaca berita perihal aksi demo atau solidaritas mereka untuk Palestina.

Dahulu pada tahun 2004, PKS adalah partai saya. Saya menganggap partai ini merupakan inkarnasi dari Partai Masyumi. Ya.. Masyumi merupakan partai saya dan keluarga, keluarga kami merupakan keluarga Muhammadiyah. Tetapi semenjak melihat perubahan yang terjadi dalam tubuh partai ini pada pemilu tahun 2009. Saya memutuskan untuk tidak memilih, hal ini karena tidak ada satupun partai yang termasuk kriteria. Tidak ada Partai Islam yang benar-benar memperjuangkan Syari’at Islam. mereka hanya menjadikan Islam sebagai alat untuk berpolitik.
Ketika bertukar fikiran dengan kawan-kawan, saya pernah berujar “Pada saat sekarang ini kita (para alumni pemilih PKS 2004) hanya dapat berdo’a, berharap, dan menunggu akan datangnya sosok seperti Haji Agusalim dalam tubuh partai..”
Haji Agusalim merupakan tokoh yang menyelamatkan Partai Syarekat Islam (namanya biasa disingkat dengan SI) dari penyusupan Kaum Komunis. Sehingga partai ini pecah menjadi dua yakni SI Merah dan SI Putih. SI Merah merupakan kelompok yang telah terkontaminasi sedangkan SI Putih merupakan kelompok yang masih bersih hatinya dan kukuh dalam memperjuangkan Syari’at Islam.
Hingga kini kami masih terus menunggu, namun belum juga tampak ada tanda-tanda kemunculan dari orang yang saya harapkan dapat menyelamatkan partai kita yang satu ini...

sumber gambar:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar