Selasa, 16 Oktober 2012

Suka Cita pada Permulaan


Harapan yang Besar
Tanggung Jawab yang Berat

Hari ini Senin tanggal 15 Oktober 2012 telah dilantik gubernur baru hasil dari pemilihan yang dilakukan oleh rakyat Jakarta pada beberapa waktu yang lalu. Suatu pemilihan yang sngat emosional, diiringi dengan pertarungan sengit dan penuh intrik antara masing-masing pasangan calon. Namun rakyat Jakarta telah menentukan pilihannya, Joko Widodo dan Basuki cahya Purnama (A Hok) muncul sebagai pemenang. Orang yang sama sekali asing dan baru bagi Jakarta. Sang Gubernur merupakan mantan Walikota Solo dan wakilnya merupakan mantan Bupati Bangka.


Tampaknya seluruh orang berbahagia dan bersuka ria pada pengangkatan gubernur baru ini. beberapa stasiun televisi menyiarkan secara langsung pelantikan gubernur Jakarta. Penuh harap dan kebahagian, itulah yang tertangkap pada pelantikan gubernur baru hasil pemilihan rakyat. Orang bijak pernah berujar, kualitas seorang pemimpin merupakan cerminan bagi rakyat yang dipimpinnya. Itulah cerminan orang Jakarta.

Hampir seluruh pendapat yang disiarkan oleh media pada masa pemilihan yang lampau mencerminkan pendapat yang baik mengenai Jokowi, dia adalah seorang pemimpin yang berhasil. Dan itu pulalah harapan orang Jakarta, hendaknya dia juga berhasil di daerah baru yang dipimpinnya. Walauada ada beberapa kekhawatiran yang disuarakan, namun itu luput atau tenggelam dalam berita yang lebih condong ke arah sisi baik yang disiarkan oleh media.

Senin, 15 Oktober 2012

Pertikaian beragam kekuatan


Perang yang Tak Kunjung Usai
  
Huru-hara yang terjadi di Suriah belum juga usai, hampir setiap hari terdengar kabar pembunuhan, penyerangan, ataupun penghancuran. Entah itu yang dilakukan oleh fihak Pemerintah Bashar al Asad ataupun yang dilakukan oleh fihak pemberontak. Sesungguhnya huru-hara yang terjadi dalam negeri Suriah ini bukanlah hanya pertikain antara rakyat melawan pemimpin di negara mereka melainkan peperangan antara beberapa kekuatan yang hendak berebut pengaruh di Timur Tengah. Kasihan rakyat Suriah, mereka terperangkap dalam perang diantara dua kekuatan yang sedang berebut kuasa. Banyak yang memutuskan meninggalkan rumah tempat tinggal mereka, pindah ke tempat yang mereka kira akan lebih aman.
Salah satu kawasan yang menjadi tujuan untuk mencari keselamatan oleh rakyat Suriah ialah sebuah propinsi terletak dalam Negara Turki, tepatnya di bagian selatan dari negara tersebut. Hatay nama propinsi tersebut dengan penduduknya kebanyakan berbahasa Arab. Sebab sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang Arab dan secara budaya mereka juga Arab. Sedangkan Turki merupakan negara yang beretnis Mongol dan telah mengalami percampuran dengan kawasan disekitarnya terutama Eropa.
Sudah lama Suriah menyangka bahwa para pemberontak menjadikan kawasan selatan Turki sebagai tempat berlindung mereka. Karena banyak dari serangan, apakah itu serangan roket maupun kelompok bersenjata berasal dari selatan Turki. Akhirnya Suriah kesal dan melancarkan serangan ke selatan Turki, namun apa hendak dikata, serangan Suriah tidak tepat sasaran sebab menewaskan lima orang penduduk sipil Turki.
Serangan ini membut Turki marah, maka terjadilah serangan balasan ke Suriah. Parlemen Turki telah memberikan izin bagi angkatan bersenjata Turki untuk melakukan tindakan militer yang lebih masif terhada Suriah. Berikutnya terjadi beberapa insiden yang masih berbau konflik, seperti penangkapan pesawat sipil Suriah oleh Turki dan sebaliknya. Yang terakhir di dengar ialah diberlakukannya kawasan larangan terbang di wilayah selatan oleh Turki terhadap pesawat-pesawat sipil Suriah.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Dari Koran Lama


Dari Masa Dahulu


Berikut ini kami sajikan suatu petikan di salah satu bagian pada salah satu majalah lama yang terbit di Sumatera Barat. Nama majalah tersebut ialah “Pengantar”, diterbitkan di Sawahlunto. Petikan yang kami sajikan terbit pada Bulan Agustus tahun 1939, yang merupakan tahun keempat dari penerbitan majalah ini.


Kami merasa sangat perlu sekali menyajikan salah satu petikan dari salah satu isi dari majalah ini. Untuk mempermudah bagi tuan memahaminya maka isi kolom "Adakh Tuan Ketahui Bahwa" dapat kita samakan dengan kolom serba-serbi, tips, pengetahuan, atau Tahukah Anda? pada koran ataupun majalah masa sekarang. Sebagai anak Melayu, kami sudah lama kagum dengan bahasa yang digunakan oleh datuk-datuk kita pada masa dahulu. Sungguh halus dan dalam makna perkataan mereka. Bagi orang sekarang, bahasa orang dahulu tentulah lawak dan menggelikan. Sehingga tak jarang beberapa anak muda menjadikan bahasa lama sebagai bahan olok-olokan.

Kami adalah pengagum sastera Melayu Lama, dan oleh karena itulah maka hati kami semakin berat rasanya untuk menerbitkan tulisan ini dalam blog kami ini. Tentunya kami telah melakukan beberapa penyesuaian, yakni dalam penulisan huruf. Kami menyesuaikan penulisan dengan keadaan pembaca pada masa sekarang. Sebab jika kami gunakan huruf dengan ejaan lama maka kemungkinan pembaca sekarang akan mengalami kesusahan. Sedangkan dalam segi isi masih sama, tidak kami ubah.

Kami harap tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita perihal kearifan kehidupan orang pada masa dahulu. Selamat menikmati..

Selasa, 09 Oktober 2012

Revolusikah..?


 Bersilat dihadapan Negeri

Peristiwa yang terjadi pada Jum’at malam tanggal lima Oktober kemarin menjadi bahan perbincangan yang tak ada habisnya di republik ini. Ada yang mengatakan ini merupakan People Power di Indonesia namun ada juga yang mengatakan kalau ini “Cicak Vs Buaya Jilid II”. Apapun itu tampaknya suara kebanyakan rakyat di republik ini berada di belakang KPK. Namun apa sesungguhnya yang terjadi pada Jum’at malam tersebut?


Alkisah di negeri yang katanya negeri paling demokratis ketiga di dunia ini tengah berlangsung perang terhadap tindak korupsi. Korupsi yang empat balas tahun lalu hendak dimusnahkan melalui gerakan yang bernama “reformasi”. Namun apalah daya, keadaan yang berlaku justeru sebaliknya. Korupsi di negeri ini semakin menjadi-jadi dan dilakukan terang-terangan, tak ada takut apalagi malu. Rakyat di negeri ini rupanya sudah kesal dan tak puas dengan keadaan negeri mereka. Semua dihargai dengan uang, jangankan “pelayanan” negara kepada rakyatnya, bahkan untuk buang hajatpun mereka harus membayar. Suatu kejadian yang tak berlaku di negara lain.

Seharusnya semua tindak kejahatan ini sudah dapat dimusnahkan oleh alat negara yang bernama “Kepolisian”. Namun apalah daya, semuanya tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Apa pasal tuan? Ah, nantilah kami jelaskan. Namun yang pasti akibat dari tidak berjalannya fungsi Kepolisian ini maka lahirlah lembaga baru yang bernama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Ketua KPK pertama ialah Antasari Azhar, seorang mantan jaksa. Dia banyak menanggkapi orang-orang yang terlibat korupsi. Apakah itu dari kalangan politisi ataupun birokrasi, hakim, ataupun jaksa. Namun firasat orang-orang tampaknya benar, di tengah-tengah negeri yang tengah dikuasai oleh setan besar yang bernama Korupsi, pastilah orang ini akan mendapat masalah nantinya. Rupanya benar, Antasari Azhar ditangkap dan dpenjarakan dengan tuduhan pembunuhan.

Selepas itu, para pemimpin KPK yang lain juga ikut diserang, dengan alasan tindak pelanggaran hukum tentunya. Yang maju kedepan dalam menghadapi KPK ialah Institusi Kepolisian, taklah mengherankan tuan. Ketika itu Komjen Susno Duaji yang menjadi “panglima perangnya”. Dari mulut komisaris inilah muncul istilah “Cicak” untuk KPK dan “Buaya” untuk Kepolisian pun muncul. Maka masyhurlah nama Cicak VS Buaya di negeri ini.

Senin, 01 Oktober 2012

PKI, 1965, & Komunis


 Mencoba Merenungi Negeri


Hari Kesaktian Pancasila, apa gerangan yang terfikirkan oleh tuan? Komunis dan para jendral yang dibantai dan lebih dikenal sebagai Jendral Revolusi di republik ini? atau Komunis yang katanya hendak merebut kekuasaan? Atau kami lebih berpendapat “ingin menyelamatkan dominasi mereka atas pemerintahan Soekarno saat itu”. Bisa juga tuan berpendapat: suatu dongeng pelelap sebelum tidur yang dibacakan oleh Soeharto, kudeta terselubung, campur tangan Amerika, dan lain sebagainya.


Bagi kami orang Minangkabau dan kamipun yakin seluruh umat Islam yang beriman sependapat dengan kami bahwa peristiwa yang terjasdi tahun 1965 tersebut telah mendatangkan berkah bagi kami. Sebab sebelumnya, komunis sangat merajalela di negeri kami. Melecehkan agama dan adat kami orang Minang. Mereka kaum anti tuhan, keras kepala, dan berkelakuan kasar layaknya orang yang belum menyentuh peradaban.

Teori resmi dari pemerintah yang hingga kini masih belum jua dirubah walau keadaan politik telah berubah menyebutkan bahwa pada malam 30 September 1965, sekelompok tentara misterius yang digerakkan oleh PKI menculik 7 orang jenderal yang kemudian membantai mereka di Lubang Buaya. Usaha itu mereka lakukan karena ketujuh jendral tersebut merupakan jendral-jendral anti Komunis.

Sabtu, 29 September 2012

Deradikalisasi?


Siapa yang Radikal?


Deradikalisasi, kata itu sering terdengar diperbincangkan oleh orang-orang di televisi pada akhir-akhir ini. Para ahli, apakah itu politisi, pengamat, polisi, budayawan, ulama, ataupun orang yang mengaku mengerti agama ikut terlibat dalam perbincangan (perdebatan) mengenai perkara ini. Hal ini tentunya tak terlepas dari maraknya penangkapan yang disiarkan di televisi yang dilakukan oleh polisi disejumlah daerah. Penangkapan terhadap orang-orang yang diduga teroris.


Memanglah selama ini, kata “teroris” telah dimaknai sama dengan umat Islam. Terutama umat Islam yang berjenggot, bergamis, selalu mendatangi surau (masjid), orang-orang yang mendakwahi Islam, orang-orang yang mengkritik perihal keadaan sosial budaya umat yang jauh dari syari’at, dan lain sebagainya. Mereka dikatakan fundamentalis, fanatik, dan radikalis. Entah apa yang dijadikan pengukur (barometer) dalam menilai seseorang itu teroris. Namun yang jelas, media dan kaum elit (penguasa) di negara ini yang berkedudukan di Jakarta telah semakin merajalela (semena-mena) dalam mendefinisikan teroris dan akar penyebabnya.

Sebut saja beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia menyebutkan bahwa salah satu akar dari terorisme ini ialah gerakan rohis di sekolah-sekolah. Rohis merupakan suatu perkumpulan yang dilakukan di sekolah ataupun universitas dalam pengkajian dan pendalaman Islam. Tujuan mereka ialah belajar dan berdakwah dengan sasaran para pelajar dan mahasiswa. Dahulu ketika kami masih kuliah anak-anak rohis ini juga dikenal dengan sebutan dengan “anak forum”.

Kamis, 20 September 2012

Fitnah, Tipu Muslihat, & Propaganda


Terror



WTC sebelum dihancurkan
Sebelas September atau lebih dikenal sebagai September Eleven di Amerika merupakan tanggal keramat yang diambil dari peristiwa serangan terhadap Menara Kembar atau lebih dikenal dengan Gedung WTC. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2011, sebelas tahun silam. Piristiwa inilah yang dijadikan alasan oleh Amerika dan sekutunya untuk menyerang Afganistan dan kemudian Irak.


Pepatah yang mengatakan sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya akan berbau juga tampaknya tepat. Walau kebanyakan media Amerika menyokong teori pemerintah perihal September Eleven, namun berbagai keanehan yang terjadi tidak dapat ditutupi oleh pemerintah dan media Amerika. Walau kebanyakan rakyat Amerika masih mempercayai teori pemerintah mereka, namun tak sedikit yang meragukan.

Sudah banyak situs yang membahas perihal kebohonngan Amerika dalam tragedi ini. Sebut saja yang mencolok ialah gedung yang ditabrak pesawat, seharusnya bagian atasnya yang hancur, akan tetapi kenyataannya seluruh gedung hancur. Lelehan baja yang masih panas dan meleleh hingga beberapa pekan selepas kejadian ini juga mencurigakan. Tidak mungkin hal ini semua disebabkan oleh bahan bakar pesawat.

Kesaksian orang-orang di dalam gedung yang berhasil selamat juga menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali ledakan keras di lantai bawah tanah sebelum benda yang diduga pesawat menghantam bagian atas gedung. Cutinya beberapa pegawai Yahudi pada peristiwa ini juga sangat menganehkan.


Masih banyak lagi keganjilan yang ditemui pada peristiwa ini, seperti potongan baja yang seperti sengaja dipotong miring 45 derajat. Runtuhnya gedung yang mirip dengan yang terlihat pada beberapa aca televisi yang memperlihatkan sebuah gedung tua dihancurkan dengan bom. Dan lain sebagainya.

Rabu, 19 September 2012

Indonesia & Kemerdekaan Malaysia


Karena Komunis

Kami pernah bersua dengan sebuah keluarga dari keturunan orang tujuh jenjang[1] di kampungnya. Dengan pongahnya dia berujar “Saya ini keturunan orang asli, datuk saya merupakan pemimpin dari sekalian datuk di negeri ini. Sebab kami “urang asa”[2]. Berbeda dengan keluarga itu yang baru semenjak neneknya datang ke negeri ini. Mereka itu merupakan “kamanakan di bawah lutuik”[3], lebih rendah derajatnya dari kami..”

Sedangkan keluarga yang dimaksud mengetahui perihal ciloteh tersebut. Mereka hanya diam tak menanggapi, tetap hidup tenang, berusaha, menyekolahkan anak-anak, dan berikhtiar merubah nasib. Akhirnya anak-anaknya berjaya karena dididik dengan baik. Kehidupan keluarga terangkat, dan mereka dihormati di kampung.

Kehidupan keluarga ini sangat berbeda dengan keluarga bangsawan tadi yang orangtuanya keras, suka mengatur, pendidikan anak-anak mereka tidak diperhatikan. Kalaupun ada yang sudah menikah, kehiduapn perkawinan anak-anaknya dicampuri. Anaknya menjadi petani, atau berkuli kepada orang lain. Harta pusako dijual ataupun tergadai. Hidup miskin melarat, rumah buruk tak dapat diperbaiki sebab tak ada uang. Kerja mereka hanya mengubar cerita perihal darah bangsawan keluarga mereka..

Suasana di Stadium Merdeka
Tanggal 31 Agustus kemarin, saudara-saudara kita Bangsa Melayu di Malaysia merayakan hari kemerdekaannya dari Inggris. Tepatnya Malaysia merdeka pada pukul 9.30 (waktu Malaysia) tanggal 31 Agustus tahun 1957, sebelas tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya atau  tiga tahun satu bulan setelah Indonesia mendapat pengakuan merdeka dari Belanda. Pada tahun 1957 tersebut kemerdekaan Malaysia hanya sebatas Tanah Semenanjung saja, sebab Sabah dan Serawak masih dalam kekuasaan Inggris. Baru pada tahun 1963 kedua daerah dibagian utara Pulau Kalimantan tersebut bersatu membentuk wilayah persekutuan dengan Tanah Semenanjung. Sebenarnya Bruneipun hendak masuk ke dalam wilayah persekutuan namun karena tidak bersesuaian dengan syarat dan posisi raja serta potensi ekonomi yang cukup besar di Kesulthanan Brunei, penyatuan itu urung dilaksanakan.

Sejarah kemerdekaan Malaysia tidak seperti sejarah kemerdekaan Indonesia yang melewati jalan peperangan. Serah terima pengakuan kemerdekaan Malaysia dilakukan di sebuah stadion yang bernama “Stadium Merdeka”. Tengku Abdul Rahman merupakan tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Malaysia sebab beliaulah yang menerima pengakuan dari Duke of Gloucester, wakil Inggris untuk mengurusi Tanah Melayu. Setelah menerima pengakuan dari pemimpin tertinggi Inggris di Tanah Melayu tersebut, Tengku Abdul Rahman mengeluarkan maklumat (Proklamasi) kemerdekaan Malaysia yang bunyinya kira-kira “Dengan nama Allah, Persekutuan Tanah Melayu untuk selamanya sebuah negara yang demokratik dan Merdeka”. Setelah maklumat tersebut sekalian orang-orang yang datang meneriakkan kata-kata “Merdeka”. Selepas itu dikumandangkanlah suara Adzan..

Selasa, 18 September 2012

Ujian untuk Islam


 Upaya Menggoyang Keyakinan Umat Islam


Dunia Islam kembali diuji dengan ujian yang cukup berat. Setelah beberapa tahun yang lalu kartun Nabi Muhammad dibuat pada salah satu koran di Eropa, kemudian Facebookpun tak lupa ikut serta dengan mengadakan perlombaan dalam membuat gambar nabi dalam menyongsong Maulid Nabi. Serta berbagai karikatur ataupun gambar nabi lainnya yang dibuat oleh orang-orang non muslim (kafir) yang menyesakkan dada umat Islam. Tidak hanya itu, berbagai filem yang menyudutkan (mendeskreditkan) Islampun telah beberapa kali dibuat oleh orang Barat.
Kesemua hal tersebut (hal-hal yang terpantang dalam Islam) dilindungi oleh pemerintahan Barat yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan. Hal tersebut mendapat perlindungan dalam konstitusi negara-negara Barat, bagian dari kebebasan berkarya (ekpresi). Hingga kini, tak satupun dari para penghujat Islam tersebut yang dapat disentuh oleh hukum, mereka masih bebas berkeliaran dan merencanakan apa-apa saja bentuk penghujatan kepada Islam berikutnya.
Sesungguhnya hal ini tidaklah mengherankan, sebab Islam bukanlah agama pertama yang mendapat penghujatan dari dunia Barat. Jauh sebelum Islam, agama Kristen telah lebih dahulu diserang. Diolok-olok dalam berbagai karya tulis, ilmiah, karya fiksi, drama, nyanyian/lagu, hingga perfileman. Hingga kinipun, beberapa filem Barat yang mengambil gambaran (setting) keadaan abad pertengahan di Eropa selalu menyudutkan para pemuka agama Kristen.
Paham pencerahan yang lahir di Barat, salah satu tujuannya ialah menghancurkan dominasi pemuka agama dalam pemerintahan dan politik di Eropa. Sehingga hal tersebut memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Barat, terutama sekali dalam kehidupan sosial masyarakat mereka. Kalau dahulu dimasa abad pertengahan, segala perilaku dan adat kebiasaan diatur dengan aturan agama dimana nilai-nilai moral dijunjung tinggi. Maka pada masa sesudah itu, secara perlahan-lahan segala pantangan dalam kehidupan bermasyarakat mulai dilanggar. Perzinahan menjadi lazim. Memanglah dahulu para kaum bangsawan Eropa juga melakukan praktek kebejatan moral tersebut, akan tetapi hanya sebatas pada golongan elit, tidak pada masyarakatnya. Tetapi setelah kekuasaan para pemuka agama disingkirkan, maka rakyat dengan bebasnya meniru segala kebejatan moral dari kaum elit.
Sekarang, Islam menjadi sasaran berikutnya. Kristen telah berhasil dipecah belah atas beberapa sekte. Kekuasaan mereka yang benar-benar utuh hanya di Vatican City (Katolik), selebihnya mereka tidak memiliki wewenang apa-apa dalam pemerintahan. Kebanyakan orang Eropa merupakan masyarakat ateis, mereka sudah kehilangan kepercayaan kepada agama, apalagi semenjak majunya perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi dasar bagi mereka dalam menolak tuhan, sebab dalam pemandangan mereka dimasa agama menguasai negara kehidupan mereka tidak berkembang. Sedangkan setelah mereka melepaskan agama dari kehidupan mereka, maka mulai tampaklah kemajuan dalam segala bidang kehidupan mereka.

Minggu, 16 September 2012

Gambaran Kehidupan Orang Kampung


 Serdadu Kumbang


salah satu adegan dalam filem Serdadu Kumbang
Beberapa hari lalu (masih dalam pekan Hari Raya) kami menonton sebuah filem yang diputar pada salah satu Stasiun Tivi Swasta di Indonesia. Judul filemnya ialah “Serdadu Kumbang”, sungguh suatu judul yang sangat ganjil sekali. Tatkala membaca judulnya dan melihat bahwa filem ini berkisah perihal kehidupan anak-anak di salah satu daerah di Indonesia kami langsung patah semangat. “Ah.. rupanya meniru salah satu filem yang berhasil berjaya merebut perhatian orang Indonesia beberapa waktu yang lalu..!” begitulah kira-kira pendapat kami.

Tapi tuan, kami telah terlanjur terpukau dan terpikat dengan latar belakang keadaan alam tempat filem ini dibuat. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, disanalah filem itu dibuat, sungguh sangat elok sekali pemandangan alamnya. Laut, pantai, perbukitan, awan, tebing dan jurang semuanya memberikan ketenangan pada jiwa ini. Akhirnyan kami keraskan juga hati untuk menonton.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Industri Hiburan@Ramadhan


Industri Hiburan Selama Ramadhan


sumber gambar: http://ilhamfadli.blogspot.com/2011/08/ramadhan-dan-religiositas-masyarakat.html
Ramadhan memang bulan penuh berkah, sabab pada bulan ini banyak pintu rezki dibuka oleh Allah Ta’ala. Tentunya hanya bagi yang gigih, berusaha keras, kreatif, dan sabar. Salah satu contoh ialah para pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Tak sedikit uang yang dihabiskan orang untuk berbelanja ke “Pasa Pabukoan” tiap petang hari. Belum lagi restoran, rumah makan, ataupun cafe yang mengambil tarif khusus selama bulan puasa.

Namun keuntungan yang paling besar dirasakan oleh para pemilik stasiun TV, sebab pada bulan ini mereka banyak membuat program Khusus Ramadhan. Tentunya dengan sponsor yang berebut karena program ini akan banyak ditonton oleh orang-orang. Mulai dari kuis, talkshow, ceramah agama, lawakan, sinetron, dan lain sebagainya. Namun yang pasti, acara kuis selalu ada untuk meramaikan suasana. Apakah itu pada acara talkshow ataupun lawakan, yang namanya kuis pasti selalu ada.

Sudah semenjak beberapa tahun yang lalu orang-orang mulai meributkan akan rendahnya standar berbagai acara kuis yang ditayangkan pada berbagai acara televisi. Hanya sedikit yang mendidik yakni dengan memberikan pertanyaan yang berbobot seputar masalah keislaman. Sedangkan selebihnya banyak memberikan pertanyaan yang tak bermutu atau asal-asalan. Bagi mereka yang penting terjawab dan penelpon diberi hadiah. Bahkan terkadang pembawa acara kuis memberi tahu penonton jawaban dari pertanyaan yang diajukannya tersebut.
sumber gambar:
http://teladan98.wordpress.com/2007/10/01/the-stupid-kuis-ramadhan-in-indonesia/
Betul kata orang, bahwa tidak ada tontonan mendidik di masa sekarang. Televisi merupakan alat untuk mencerdaskan sekaligus memperbodoh orang-orang.
Namun pada bulan puasa kali ini kami melihat ada dua tontonan menarik yang ditayangkan oleh dua stasiun televisi yakni sebuah filem seri tentang Umar Bin Khatab yang tayang pukul 3.00 pagi di MNC TV. Kemudian yang satu lagi ialah filem tentang Siti Maryam dan Nabi Yusuf A.S yang tayang pukul 4.00 pagi di TVRI.

Dahulu ketika kami masih sekolah, filem-filem seperti ini (produksi Timteng) masih sering diputar di beberapa Stasiun Televisi (ketika itu hanya ada lima stasiun tv). Bagitu juga ketika kami masih kecil yang saat itu hanya dapat menonton TVRI, filem semacam ini juga masih sering kami tonton. Dan hebatnya tidak hanya pada Bulan Ramadhan, melainkan pada hari-hari biasa juga ditayangkan.

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Rohingya


Rohingnya



Muslim Rohingya Myanmar dalam sebuah bot menyeberangi sungai Naf. Dari Myanmar menuju Bangladesh, di Teknaf pada tanggal 11 Juni 2012.
Sumber: Reuters/Stringer
Pernahkah tuan mendengar nama tersebut sebelumnya? Nama yang aneh, entah nama dari bahasa apakah itu. Namun yang pasti sekarang orang-orang yang terkait dengan nama itu tengah dibantai.
Nama ini memang jarang disebut, merupakan nama untuk sebuah suku, dimana suku ini dikenal sebagai suku penganut agama Islam. Suku ini terletak di Myanmar, sebuah negara yang selama ini dikenal tertutup, dikuasai militer, otoriter, serta anti demokrasi. Negara ini juga dikenal dengan kegigihan tokoh politik perempuannya yang bernama Aung San Suu Kyi. Beliau merupakan tokoh demokrasi yang pernah mendapat nobel perdamaian dari PBB.

Pada saat sekarang keadaan perpolitikan di negara tersebut mulai membaik, karena penguasa militer telah berkenan untuk mempelonggar kekakuan yang selama ini menguasai negara tersebut. Amerika dan kawan-kawannyapun menyambut baik gerakan ke arah perubahan yang dilakukan oleh penguasa militer.
Peta jalur pengungsian Muslim Rohingya
Akhirnya Amerikapun kembali mengutus duta besarnya ke Myanmar. Mereka kembali rujuk setelah sekian lama bercerai. Aung San Suu Kyi kembali mendapat kebebasan, bertandang ke negara-negara barat dan mendapat berbagai sambutan yang hangat. Hal ini karena Suu Kyi merupakan tokoh politik yang mendahulukan cara-cara damai dalam perjuangan dirinya.

Selasa, 31 Juli 2012

Mairik Saha atau Ngabuburit

Ma irik Saha

Kerap kali inyiak-inyiak dan nenek-nenek di kampung bertanya “Bilo ang basaha..?”[1] atau ketika kami tanya “Lai talok di inyiak puaso kini ko..?”

“Puaso lai indak, saha lai talok..” jawab mereka dengan gurauan khasnya.

Saha merupakan sebutan lain untuk puasa dalam Bahasa Minangkabau. Namun pada masa sekarang, bersama beberapa kosakata lama lainnya, kata saha mulai dilupakan orang. Kecuali oleh para generasi tua.

Pada masa sekarang anak-anak muda Minangkabau telah mengenal dan mulai pula menggunakan kata “ngabuburit”. Merupakan bahasa gaul khas anak-anak Jakarta yang cepat menyebar ke daerah melalui media televisi dan cetak. Makna kata dari ngabuburit ialah mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa.

Pada masa sekarang kata-kata ngabuburit semakin sering dipakai oleh anak-anak muda Minangkabau, menggantikan kata-kata ma i-rik saha. Ya..tuan, ma i irik saha merupakan kata-kata asli orang Minangkabau untuk menyebut kegiatan yang dilakukan dalam menanti waktu berbuka tiba.

Kamis, 19 Juli 2012

Attitude


Human Attitude



Watching people is ones of my hobbies. I have many hobbies, but let tell you now about this once. I like to watching people around me, they are full of question. And I try to find the answer. I have meet with the one who like to control every one bisade him/her. Much of them was arogant, talkative, stubborn, and few of them was patient or wise.

People with labile character is the one can get full atention from every one. Much of them was childish, event they was up of 21 years. Still to find their identity, they didn’t like to be interupt. If we do that, they will angry.

There were the one like to be pretend, with their smile, grasy, good performance but in other way unresponsibility with their job. And the one who want to be considered that he/she was intelegent. Show to other people that he/she now everyting. With his/him ability to convince people with what he/she talking about.

There were people with characteristic stolid, much of people considered this typcal with wrong way. Considered that he/she was fooled. That is the mistake, only special people can detect specialy one. Not all of the people with this character was idiot, fool, or didn’t know everything. Much of them choose this attitude because they didn’t know how to communicate with other people. They wory, because if they talk, other people will missperseption with them.

Much of them was intelegent, and if they meet with the one who has same character with them, they will talkative. And other people wouldn’t understand them, because they didn’t know what they talking about.

Selasa, 17 Juli 2012

I was nothing


Ignored


Some of my friend said “What happen with this life..?”

I ask him why, he said me that he has feel strange with all of this people. Sometime he get their regradfull but sometime they was ignored him. I say to him that is maybe just his feeling, “maybe you in bad mood now” I try to make him to calm.

“Really..? But why some of them make a different way to looked at me, speaking with me, or something else? ” he ask me with full of emotion.

I doubt with my answer before to him, but I try to gave him the rational answer “ Maybe the cause is in your self. Yes, maybe..I said maybe because this is just my subjective opinion. Maybe they not agree with some of you attitude, your action, or with your position in front of them. You have responsibility with your job, and they are our friend, our partner on this office..”

He quit for a minute and then talk again to me “Oke, than why they didn’t tell me, why they just give they abnormal face to me? I don’t know with my fault. I just human, not Profesor Xavier who can read their mind..!”

Well, I agree with him, this problem become grown if we not make it clear. This is the main problem in our office. Much of them just  talk behind the person who they has a problem with the one. Or make the jocking with that and wish the one were understand with that.

Minggu, 15 Juli 2012

Berlaku Adillah kepada Saudara Kita yang Istimewa[1]

Beberapa saat yang lalu kami melihat salah satu kabar yang diberitakan di stasiun TV internasional PRESS TV yang mengudara dari Tehran Iran. Stasiun ini membuat suatu kabar yang menggugah hati duhai tuan. Apakah kabar itu gerangan tuan? Yakni perihal pembaca berita dari salah satu stasiun TV di Korea (Korea Selatan). KBS nama stasiun TV tersebut.

Apa gerangan yang menarik duhai tuan? Yang menarik ialah karena pembaca berita (news anchor) tersebut ternyata seorang yang kurang beruntung dalam segi fisik, tak sampai hati mengatakannya tuan. Bagi kami beliau ini ialah “News Anchor Istimewa”.. Maksud kami, beliau si pembaca berita dari Korea ini ialah seorang yang buta. Namun keterbatasan yang dimilikinya tidak membatasi dirinya untuk dapat bekerja mencari nafkah.

Beruntung beliau ini berada di Korea Selatan, sebuah negara yang maju kehidupannya. Walau sudah menjadi hukum alam bahwa semua keadaan di dunia ini memiliki dua sisi yakni baik dan buruk. Seperti yang dikatakan pepatah cina “Yin & Yang”. Namun setidaknya kehadiran pembaca berita ini menambah kesalutan kami kepada Korea Selatan. Pada saat sekarang ini, negara Asia sedang diserang oleh kebudayaan K-Pop yang berasal dari Korea. Ada yang suka, namun ada pula yang tidak. Kehidupan hedonis Korea sempat menjadi sorotan beberapa fihak di negara kita. Beragam kabar, walau lebih banyak yang baiknya namun ada juga yang buruk perihal Korea. Namun seperti yang kami cakapkan tadi tuan, Yin & Yang.

Memanglah demikian duhai tuan. Di negara maju yang kebanyakan dari mereka bukanlah negara Islam, kehidupan masyarakatnya amatlah teratur. Sebab mereka taat kepada peraturan yang telah dibuat. Berlainan dengan kita di Indonesia ini, tak ada peraturan yang tak dilanggar. Dan tak pula malu dengan keadaan yang demikian, justeru bangga. Orang yang patuh kepada peraturan dianggap bencong, tak memiliki keberanian..
Tuan yang budiman, pada negara-negara maju mereka sangat memperhatikan kepentingan rakyatnya. Sungguh aneh tuan, sebab pada negara yang mengabaikan kehidupan akhirat justeru bagus pelayanan terhadap rakyatnya. Memanglah demikian tuan, sebab negara kita bak kata pepatah hidup segan mati tak mau, secara resminya masih merupakan negara Pancasila dengan Sila Pertamanya. Namun kenyataannya ialah negara kita ini ialah negara Sekuler yang menistakan agama.

Sabtu, 14 Juli 2012


Fanatisme

Fanatik, telah menjadi satu kata yang sangat bertuah di Indonesia. Bertuah bagi yang menjatuhkannya (memfonis) namun malapetaka bagi yang menerima. Dengan kesungguhan yang tiada henti, pemerintah dan media di Indonesia telah berhasil membuat pandangan (image/imej) bahwa sikap fanatik tersebut ialah identik dengan Islam. Setiap orang Islam yang berkeinginan hendak menegakkan Syari’at Islam di Indonesia maka ia merupakan seorang fanatik.


Namun engku-engku sekalian, tahukah engku arti dan makna dari kata fanatik tersebut? Benarkah sikap fanatik itu ialah orang-orang Islam yang berkeinginan untuk menegakkan hukum “Syari’at di Indonesia”?
Susah juga rupanya engku, yang banyak terdapat di internet hanyalah berbagai artikel mengenai fanatik. Sedangkan pengertian perihal apa itu fanatik sebenarnya sangatlah susah didapat. Kalau dalam sisi bahasa, fanatik berartiteramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap suatu ajaran (politik, agama, budaya, dan lain sebagainya).

Namun dapat jua oleh kami pengertian fanatik yang kami cari. Beginilah kira-kira makna dari fanatik itu engku. Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu. Apakah itu merupakan pandangan yang baik (positif) ataupun yang buruk (negatif). Pandangan tersebut tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. (A Favourable or unfavourable belief or judjment, made without adequate evidence and not easily alterable by the presentation of contrary evidence).

Jadi engku, sikap fanatik itu dapat menerpa siapa saja, apapun agamanya, pandangan politik, maupun latar belakang keluarga maupun budaya. sesungguhnya sikap fanatik ada pada setiap agama, budaya, politik, maupun paham-paham lainnya. Namun kenapa hanya Islam yang menjadi sorotan. Kenapa engku? Cobalah engku fikirkan? Tidak anehkah engku?

Coba kita tengok pada kehidupan bernegara. Sering kali pecah pertikaian antara pendukung tim sepak bola di Indonesia. bahkan tak jarang ada yang berujung pada kematian. Pernahkah hal semcam itu dilarang engku? Bukankah hal semacam itu dapat kita golongkan kepada fanatik, fanatik kepada tim sepakbola?

Lalu bagaimana pula dengan sekelompok orang yang memutuskan batanggang sampai pagi hanya untuk menonton pertandingan sepakbola dari tim kesayangannya di Benua Eropa Sana.. pada hal esok hari mereka harus bekerja,..bukankah hal semacam itu dapat pula kita golongkan pada sikap fanatik engku?

Ah..janganlah engku marah pula, kami paham, engkupun sangat gemar sekali menonton bola. Itukan hanya contoh, kami tidak membahas perkara benar ataupun salah..

Itulah yang terjadi di negara kita pada saat sekarang duhai engku, sikap fanatik hampir dimiliki setiap orang. Masyarakat kitapun berkat pemberitaan dari media dengan mudahnya menjatuhkan cap fanatik kepada seseorang ataupun kelompok orang hanya dengan melihat pakaian yang dipakainya. Pada hal mereka sebenarnya tidak kenal atau paham mengenai ajaran yang dianut oleh orang-orang tersebut. Hanya berbekal informasi yang sedikit dari media yang mereka peroleh maka dengan mudahnya mereka menjatuhkan cap fanatik.

Sabtu, 30 Juni 2012

Panggamang


Perempuan Nyinyir


“Bagaimana kiranya jika kawan menghadapi orang pencemas dan penggamang?” tanya salah seorang kawan kami tatkala kami sedang khusyuk-khusyuknya memainkan jari di atas keyboard. Kami tersenyum mendengar pertanyaan darinya. Kami pandangi mukanya, rupanya sedang kusut masam sedang memikirkan sesauatu.


Kami paham bahwa pertanyaan semacam ini tidak muncul begitu saja. Pasti ada penyebabnya, pastia dia baru saja mengalami suatu kejadian yang tak menyenangkan hatinya. Kawan kami ini memang jenis orang yang selalu memikirkan segala sesuatu terlalu mendalam. Kata orang sekarang to serius, to sensitive, dificult for him to take comunication with other people.

Kamipun mencoba menyelidiki “Entahlah kawan, mungkin akan awak biarkan dia sekehendak hatinya. Pabila dilawan kita pula nan tabao rendong. Kalau tak dapat masalah dari dirinya, maka dari orang lain yang berhubungan dirinyalah kita akan mendapat masalah..”

“Ah..sayangnya aku melawannya, takajuik awak tadi kawan. Takajuik dek suaranya dan tanggapan yang diberikannya..” jelasnya.

“Apa dia seorang perempuan..?” terka ku.

“Benar kata orang rupanya, kaum perempuan itu lebih mendahulukan perasaannya, perasa, dan pencemas. Akal mereka tak berjalan pabila sedang berada dalam suatu keadaan yang menurut mereka mengancam diri mereka..” jelasnya.

Hm.. pertanyaan kami tak dijawab, tapi malah berkeluh kesah. Tapi tak apa kami senang jika ada kawan yang berkeluh kesah kepada kami. Merupakan suatu pertanda bahwa kami merupakan orang yang terpercaya. Kami pernah pada suatu ketika berada dalam keadaan dimana semua orang menaruh rahasia terhadap kami. Ditanya tak dijawab, mengalihkan percakapan kepada perkara lain yang sama sekali tak berhubungan. Sungguh tertekan jiwa kami ketika itu.

“Tak semua kawan, ada juga beberapa perempuan yang bersikap tenang dalam menghadapi segala persoalan yang menimpa dirinya. Semuanya kembali kepada orang tersebut, setidaknya sikap yang diperlihatkannya mencerminkan kepribadian dirinya. Ada apa kiranya kawan, tiba-taba saja engkau bercakap macam tu. Pastilah telah terjadi suatu perkara yang tak menyenangkan hati?” balas kami.

Minggu, 24 Juni 2012

moon at te night


Moon Light
 

This night in my city, the moon is shining. It’s a beautiful night. If every night like this, it could be fun. The moon is not completely full yet, may be two or three night later. I wish in that time the sky will be clear like this. No cloud or may be a few of cloud in the sky can make the night more beautiful. Its good for you who want make the great momen in your life.

A few of star was decorating the sky with their light. Allah is The Great, how can be the man who say that no god in this life, in this world. Who make all of this? Have they think not just with their head but also with use their heart?

This arrogant people who blind with their power in money and science said that religion was a nonsene. How can they think like this.

Every day, every hour, every time we life with mercy of the god.
May Allah blessing us my friend. Insya Allah..

picture: internet

Sabtu, 16 Juni 2012

Dunia Pariwisata Bukittinggi


De Mooi Fort de Kock

foto: Erison J.Kambari
Beberapa hari yang lalu terdengar kabar dari kampung oleh kami duhai tuan. Rupanya rumah kami nan buruk di kampung dikunjungi oleh saudara kami dari jauh, Tanah Semenanjung. Alangkah senangnya hati keluarga kami, sebab sudah lama tak bersua. Memanglah senang hati kedua orang tua kami, sebab mereka tak dapat berkunjung menziarahi dunsanak kami di sana. Maka sebagai gantinya, merekalah yang datang ke kampung kami membawa serta anak-anaknya.

Ibu kami sangat senang sekali, jauh-jauh hari telah dikabarkan kepada kami. Tatkala pulang kampung kampipun sibuk membantu beliau mempersiapkan bilik yang akan ditempati oleh tamu kami tersebut. Layaknya akan kedatangan tamu penting, bilik-bilik inipun dibersihkan dan dipercantik. Supaya tamu kami merasa nyaman menempatinya selama berkunjung.

Beberapa hari mereka tiba di kampung, mamak kami membawa mereka ke tempat-tempat pelancongan yang ada di negeri kita, Minangkabau. Negeri kita yang selama ini terkenal karena keelokan alamnya memang telah lama menjadi buah bibir kemana-mana. Banyak memang para pelancong yang datang untuk mengunjunginya. Sebab negeri mereka taklah sindah negeri kita. Alhamdulillah..

Namun ada satu hal yang menimbulkan kekhawatiran pada diri kami duhai tuan. Yaitu orang kita yang terkenal asal-asalan dan tidan profesional dalam mengelola tempat-tempat pelancongan tersebut. Tempat atau fasilitas yang disediakan ialah apa adanya, namun cukai yang diambil dari tempat tersebut sangatlah besar. Sebut saja cukai parkir dan cukai jamban, hanya di negeri kita saja duhai tuan, kalau orang ke jamban kena cukai pula.

Kamipun mendapat kabar, kalau beberapa hari yang lalu ibu kami beserta sanak keluarga lain di kampung membawa mereka berjalan-jalan ke Jam Gadang yang sangat terkenal itu. Kata orang, pada masa sekarang di bawah Jam Gadang sudah dipercantik orang. Tempat untuk berjalan-jalan sudah diperluas sehingga banyak orang dapat di tampung. Namun sayangnya, selain diramaikan oleh orang-orang yang berkunjung, tempat itu juga diramaikan oleh pedagang kaki lima yang berdagang. Mereka berdagang mengalahi tempat orang berjalan-jalan. Dan perkara semacam itu diabaikan oleh pemerintah di sana.

Kamis, 14 Juni 2012

Kisah di Pagi Hari


Mencari Rezki yang Halal

Terkadang kami merasa malu sendiri pabila melihat orang-orang yang berjualan keliling perkampungan dipagi hari. Kami yang telah diberi kemudahan dalam mencari rezki masih sering merasa malas dalam bekerja. Pabila terdapat hal yang disukai maka semangat kami dalam bekerja akan menurun. Selain itu kami juga boros dalam pengeluaran, setiap hari, ada saja pengeluaran yang tak perlu yang kami lakukan. Walau sudah berusaha mengendalikannya, akan tetapi selalu saja terdapat kesilapan semacam itu.

Dipagi hari, mulai pukul setengah tujuh hingga setengah delapan. Orang-orang ini sudah mencoba mengais rezeki. Pada hal dalam waktu itu sebagian dari penduduk negeri sedang asyiknya terlelap tidur. Melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yakni Shalat Subuh. Sungguh suatu kejadian yang bertolak belakang, seandainya saja setiap muslim merupakan orang-orang yang berfikir, tentunya mereka dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mereka temui dalam hidup ini.

Selasa, 12 Juni 2012

Mendidik Anak


Masjid, kanak-kanak, & Jum’at

Pernah suatu ketika pada masa yang telah lalu kami mendengar ada orang berkata “Sesungguhnya menjadi orang tua itu tidaklah mudah..” dalam hati kami mengamini perkataan orang tersebut. Sebab walaupun belum pernah menjadi orang tua, kami sendiri menyaksikan dan dapat pula merasakan bahwa sangatlah berat beban yang harus ditanggung oleh para orang tua. Membiayai segala  kebutuhan, mulai dari makan, pakaian, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Namun yang terberat dari itu semua ialah mendidik anak. Kami hanya sekedar tahu dan bersimpati, namun belum dapat merasakannya sebab kami belumlah menikah.


Namun perlahan-lahan tabir itu mulai tersingkap tatkala kami diminta oleh seorang kawan untuk membawa serta anak lelakinya yang beru berumur sekitar lima tahun untuk ikut Shalat Jum’at. Itulah pengalaman pertama kami dalam membawa seorang kanak-kanak ke masjid. Sungguh suatu perkara yang tidaklah mudah.

Adalah sudah menjadi tabi’at dari anak-anak yang tidak mudah diam. Mereka selalu lasak dan nyinyir. Tidak dapat tenang pabila disuruh berdiam untuk duduk, ataupun tak dapat diam pabila disuruh berhenti bercakap-cakap. Mereka sangat mudah sekali untuk bosan kemudian merengek.

Maka taklah mengherankan pabila dalam masjid mereka suka membuat ulah, berjalan ataupun berlari diantara shaf sehingga membuat para jama’ah tidak tenang. Merengek-rengek kepada orang tua mereka. Ataupun bergelut bercanda-ria dengan anak-anak seumur mereka. Perkara itu memang perkara wajar bagi anak-anak, akan tetapi bukan berarti mereka harus dibiarkan saja. Disinilah pendidikan itu dimulai, bukan begitu engku.

Kalaupun engku tak sanggup untuk mendidik mereka maka janganlah engku bikin anak. Maaf engku, maksud kami janganlah engku bawa mereka ke masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu orang lain dalam beribadah. Sebab pabila seorang anak lasak di dalam masjid maka orang tuanya jugalah yang akan disalahkan orang.

Tetapi syukur engku, anak dari kawan ini tidaklah selasak yang kami kira. Dia cukup dapat disuruh diam, sebab anaknya memang agak penurut sedikit. Walau beberapa kali larangan kami dikerjakannya kembali, namun syukur tidak sampai mengganggu para jama’ah yang sedang menunaikan ibadah. Tak lama kiranya setelah duduk selepas melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid, dia bernyanyi-nyanyi kecil mengusir kebosanan. Kami suruh diam dan diapun tersenyum dan diam. Beberapa saat kemudian, diulanginya kembali kelakuannya tersebut. Kamipun kembali menyuruh diam, dan diapun diam dan tersenyum kembali kepada kami. Hal yang sama berlaku kembali beberapa saat kemudian engku.

Selasa, 16 Oktober 2012

Suka Cita pada Permulaan


Harapan yang Besar
Tanggung Jawab yang Berat

Hari ini Senin tanggal 15 Oktober 2012 telah dilantik gubernur baru hasil dari pemilihan yang dilakukan oleh rakyat Jakarta pada beberapa waktu yang lalu. Suatu pemilihan yang sngat emosional, diiringi dengan pertarungan sengit dan penuh intrik antara masing-masing pasangan calon. Namun rakyat Jakarta telah menentukan pilihannya, Joko Widodo dan Basuki cahya Purnama (A Hok) muncul sebagai pemenang. Orang yang sama sekali asing dan baru bagi Jakarta. Sang Gubernur merupakan mantan Walikota Solo dan wakilnya merupakan mantan Bupati Bangka.


Tampaknya seluruh orang berbahagia dan bersuka ria pada pengangkatan gubernur baru ini. beberapa stasiun televisi menyiarkan secara langsung pelantikan gubernur Jakarta. Penuh harap dan kebahagian, itulah yang tertangkap pada pelantikan gubernur baru hasil pemilihan rakyat. Orang bijak pernah berujar, kualitas seorang pemimpin merupakan cerminan bagi rakyat yang dipimpinnya. Itulah cerminan orang Jakarta.

Hampir seluruh pendapat yang disiarkan oleh media pada masa pemilihan yang lampau mencerminkan pendapat yang baik mengenai Jokowi, dia adalah seorang pemimpin yang berhasil. Dan itu pulalah harapan orang Jakarta, hendaknya dia juga berhasil di daerah baru yang dipimpinnya. Walauada ada beberapa kekhawatiran yang disuarakan, namun itu luput atau tenggelam dalam berita yang lebih condong ke arah sisi baik yang disiarkan oleh media.

Senin, 15 Oktober 2012

Pertikaian beragam kekuatan


Perang yang Tak Kunjung Usai
  
Huru-hara yang terjadi di Suriah belum juga usai, hampir setiap hari terdengar kabar pembunuhan, penyerangan, ataupun penghancuran. Entah itu yang dilakukan oleh fihak Pemerintah Bashar al Asad ataupun yang dilakukan oleh fihak pemberontak. Sesungguhnya huru-hara yang terjadi dalam negeri Suriah ini bukanlah hanya pertikain antara rakyat melawan pemimpin di negara mereka melainkan peperangan antara beberapa kekuatan yang hendak berebut pengaruh di Timur Tengah. Kasihan rakyat Suriah, mereka terperangkap dalam perang diantara dua kekuatan yang sedang berebut kuasa. Banyak yang memutuskan meninggalkan rumah tempat tinggal mereka, pindah ke tempat yang mereka kira akan lebih aman.
Salah satu kawasan yang menjadi tujuan untuk mencari keselamatan oleh rakyat Suriah ialah sebuah propinsi terletak dalam Negara Turki, tepatnya di bagian selatan dari negara tersebut. Hatay nama propinsi tersebut dengan penduduknya kebanyakan berbahasa Arab. Sebab sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang Arab dan secara budaya mereka juga Arab. Sedangkan Turki merupakan negara yang beretnis Mongol dan telah mengalami percampuran dengan kawasan disekitarnya terutama Eropa.
Sudah lama Suriah menyangka bahwa para pemberontak menjadikan kawasan selatan Turki sebagai tempat berlindung mereka. Karena banyak dari serangan, apakah itu serangan roket maupun kelompok bersenjata berasal dari selatan Turki. Akhirnya Suriah kesal dan melancarkan serangan ke selatan Turki, namun apa hendak dikata, serangan Suriah tidak tepat sasaran sebab menewaskan lima orang penduduk sipil Turki.
Serangan ini membut Turki marah, maka terjadilah serangan balasan ke Suriah. Parlemen Turki telah memberikan izin bagi angkatan bersenjata Turki untuk melakukan tindakan militer yang lebih masif terhada Suriah. Berikutnya terjadi beberapa insiden yang masih berbau konflik, seperti penangkapan pesawat sipil Suriah oleh Turki dan sebaliknya. Yang terakhir di dengar ialah diberlakukannya kawasan larangan terbang di wilayah selatan oleh Turki terhadap pesawat-pesawat sipil Suriah.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Dari Koran Lama


Dari Masa Dahulu


Berikut ini kami sajikan suatu petikan di salah satu bagian pada salah satu majalah lama yang terbit di Sumatera Barat. Nama majalah tersebut ialah “Pengantar”, diterbitkan di Sawahlunto. Petikan yang kami sajikan terbit pada Bulan Agustus tahun 1939, yang merupakan tahun keempat dari penerbitan majalah ini.


Kami merasa sangat perlu sekali menyajikan salah satu petikan dari salah satu isi dari majalah ini. Untuk mempermudah bagi tuan memahaminya maka isi kolom "Adakh Tuan Ketahui Bahwa" dapat kita samakan dengan kolom serba-serbi, tips, pengetahuan, atau Tahukah Anda? pada koran ataupun majalah masa sekarang. Sebagai anak Melayu, kami sudah lama kagum dengan bahasa yang digunakan oleh datuk-datuk kita pada masa dahulu. Sungguh halus dan dalam makna perkataan mereka. Bagi orang sekarang, bahasa orang dahulu tentulah lawak dan menggelikan. Sehingga tak jarang beberapa anak muda menjadikan bahasa lama sebagai bahan olok-olokan.

Kami adalah pengagum sastera Melayu Lama, dan oleh karena itulah maka hati kami semakin berat rasanya untuk menerbitkan tulisan ini dalam blog kami ini. Tentunya kami telah melakukan beberapa penyesuaian, yakni dalam penulisan huruf. Kami menyesuaikan penulisan dengan keadaan pembaca pada masa sekarang. Sebab jika kami gunakan huruf dengan ejaan lama maka kemungkinan pembaca sekarang akan mengalami kesusahan. Sedangkan dalam segi isi masih sama, tidak kami ubah.

Kami harap tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita perihal kearifan kehidupan orang pada masa dahulu. Selamat menikmati..

Selasa, 09 Oktober 2012

Revolusikah..?


 Bersilat dihadapan Negeri

Peristiwa yang terjadi pada Jum’at malam tanggal lima Oktober kemarin menjadi bahan perbincangan yang tak ada habisnya di republik ini. Ada yang mengatakan ini merupakan People Power di Indonesia namun ada juga yang mengatakan kalau ini “Cicak Vs Buaya Jilid II”. Apapun itu tampaknya suara kebanyakan rakyat di republik ini berada di belakang KPK. Namun apa sesungguhnya yang terjadi pada Jum’at malam tersebut?


Alkisah di negeri yang katanya negeri paling demokratis ketiga di dunia ini tengah berlangsung perang terhadap tindak korupsi. Korupsi yang empat balas tahun lalu hendak dimusnahkan melalui gerakan yang bernama “reformasi”. Namun apalah daya, keadaan yang berlaku justeru sebaliknya. Korupsi di negeri ini semakin menjadi-jadi dan dilakukan terang-terangan, tak ada takut apalagi malu. Rakyat di negeri ini rupanya sudah kesal dan tak puas dengan keadaan negeri mereka. Semua dihargai dengan uang, jangankan “pelayanan” negara kepada rakyatnya, bahkan untuk buang hajatpun mereka harus membayar. Suatu kejadian yang tak berlaku di negara lain.

Seharusnya semua tindak kejahatan ini sudah dapat dimusnahkan oleh alat negara yang bernama “Kepolisian”. Namun apalah daya, semuanya tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Apa pasal tuan? Ah, nantilah kami jelaskan. Namun yang pasti akibat dari tidak berjalannya fungsi Kepolisian ini maka lahirlah lembaga baru yang bernama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Ketua KPK pertama ialah Antasari Azhar, seorang mantan jaksa. Dia banyak menanggkapi orang-orang yang terlibat korupsi. Apakah itu dari kalangan politisi ataupun birokrasi, hakim, ataupun jaksa. Namun firasat orang-orang tampaknya benar, di tengah-tengah negeri yang tengah dikuasai oleh setan besar yang bernama Korupsi, pastilah orang ini akan mendapat masalah nantinya. Rupanya benar, Antasari Azhar ditangkap dan dpenjarakan dengan tuduhan pembunuhan.

Selepas itu, para pemimpin KPK yang lain juga ikut diserang, dengan alasan tindak pelanggaran hukum tentunya. Yang maju kedepan dalam menghadapi KPK ialah Institusi Kepolisian, taklah mengherankan tuan. Ketika itu Komjen Susno Duaji yang menjadi “panglima perangnya”. Dari mulut komisaris inilah muncul istilah “Cicak” untuk KPK dan “Buaya” untuk Kepolisian pun muncul. Maka masyhurlah nama Cicak VS Buaya di negeri ini.

Senin, 01 Oktober 2012

PKI, 1965, & Komunis


 Mencoba Merenungi Negeri


Hari Kesaktian Pancasila, apa gerangan yang terfikirkan oleh tuan? Komunis dan para jendral yang dibantai dan lebih dikenal sebagai Jendral Revolusi di republik ini? atau Komunis yang katanya hendak merebut kekuasaan? Atau kami lebih berpendapat “ingin menyelamatkan dominasi mereka atas pemerintahan Soekarno saat itu”. Bisa juga tuan berpendapat: suatu dongeng pelelap sebelum tidur yang dibacakan oleh Soeharto, kudeta terselubung, campur tangan Amerika, dan lain sebagainya.


Bagi kami orang Minangkabau dan kamipun yakin seluruh umat Islam yang beriman sependapat dengan kami bahwa peristiwa yang terjasdi tahun 1965 tersebut telah mendatangkan berkah bagi kami. Sebab sebelumnya, komunis sangat merajalela di negeri kami. Melecehkan agama dan adat kami orang Minang. Mereka kaum anti tuhan, keras kepala, dan berkelakuan kasar layaknya orang yang belum menyentuh peradaban.

Teori resmi dari pemerintah yang hingga kini masih belum jua dirubah walau keadaan politik telah berubah menyebutkan bahwa pada malam 30 September 1965, sekelompok tentara misterius yang digerakkan oleh PKI menculik 7 orang jenderal yang kemudian membantai mereka di Lubang Buaya. Usaha itu mereka lakukan karena ketujuh jendral tersebut merupakan jendral-jendral anti Komunis.

Sabtu, 29 September 2012

Deradikalisasi?


Siapa yang Radikal?


Deradikalisasi, kata itu sering terdengar diperbincangkan oleh orang-orang di televisi pada akhir-akhir ini. Para ahli, apakah itu politisi, pengamat, polisi, budayawan, ulama, ataupun orang yang mengaku mengerti agama ikut terlibat dalam perbincangan (perdebatan) mengenai perkara ini. Hal ini tentunya tak terlepas dari maraknya penangkapan yang disiarkan di televisi yang dilakukan oleh polisi disejumlah daerah. Penangkapan terhadap orang-orang yang diduga teroris.


Memanglah selama ini, kata “teroris” telah dimaknai sama dengan umat Islam. Terutama umat Islam yang berjenggot, bergamis, selalu mendatangi surau (masjid), orang-orang yang mendakwahi Islam, orang-orang yang mengkritik perihal keadaan sosial budaya umat yang jauh dari syari’at, dan lain sebagainya. Mereka dikatakan fundamentalis, fanatik, dan radikalis. Entah apa yang dijadikan pengukur (barometer) dalam menilai seseorang itu teroris. Namun yang jelas, media dan kaum elit (penguasa) di negara ini yang berkedudukan di Jakarta telah semakin merajalela (semena-mena) dalam mendefinisikan teroris dan akar penyebabnya.

Sebut saja beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia menyebutkan bahwa salah satu akar dari terorisme ini ialah gerakan rohis di sekolah-sekolah. Rohis merupakan suatu perkumpulan yang dilakukan di sekolah ataupun universitas dalam pengkajian dan pendalaman Islam. Tujuan mereka ialah belajar dan berdakwah dengan sasaran para pelajar dan mahasiswa. Dahulu ketika kami masih kuliah anak-anak rohis ini juga dikenal dengan sebutan dengan “anak forum”.

Kamis, 20 September 2012

Fitnah, Tipu Muslihat, & Propaganda


Terror



WTC sebelum dihancurkan
Sebelas September atau lebih dikenal sebagai September Eleven di Amerika merupakan tanggal keramat yang diambil dari peristiwa serangan terhadap Menara Kembar atau lebih dikenal dengan Gedung WTC. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2011, sebelas tahun silam. Piristiwa inilah yang dijadikan alasan oleh Amerika dan sekutunya untuk menyerang Afganistan dan kemudian Irak.


Pepatah yang mengatakan sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya akan berbau juga tampaknya tepat. Walau kebanyakan media Amerika menyokong teori pemerintah perihal September Eleven, namun berbagai keanehan yang terjadi tidak dapat ditutupi oleh pemerintah dan media Amerika. Walau kebanyakan rakyat Amerika masih mempercayai teori pemerintah mereka, namun tak sedikit yang meragukan.

Sudah banyak situs yang membahas perihal kebohonngan Amerika dalam tragedi ini. Sebut saja yang mencolok ialah gedung yang ditabrak pesawat, seharusnya bagian atasnya yang hancur, akan tetapi kenyataannya seluruh gedung hancur. Lelehan baja yang masih panas dan meleleh hingga beberapa pekan selepas kejadian ini juga mencurigakan. Tidak mungkin hal ini semua disebabkan oleh bahan bakar pesawat.

Kesaksian orang-orang di dalam gedung yang berhasil selamat juga menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali ledakan keras di lantai bawah tanah sebelum benda yang diduga pesawat menghantam bagian atas gedung. Cutinya beberapa pegawai Yahudi pada peristiwa ini juga sangat menganehkan.


Masih banyak lagi keganjilan yang ditemui pada peristiwa ini, seperti potongan baja yang seperti sengaja dipotong miring 45 derajat. Runtuhnya gedung yang mirip dengan yang terlihat pada beberapa aca televisi yang memperlihatkan sebuah gedung tua dihancurkan dengan bom. Dan lain sebagainya.

Rabu, 19 September 2012

Indonesia & Kemerdekaan Malaysia


Karena Komunis

Kami pernah bersua dengan sebuah keluarga dari keturunan orang tujuh jenjang[1] di kampungnya. Dengan pongahnya dia berujar “Saya ini keturunan orang asli, datuk saya merupakan pemimpin dari sekalian datuk di negeri ini. Sebab kami “urang asa”[2]. Berbeda dengan keluarga itu yang baru semenjak neneknya datang ke negeri ini. Mereka itu merupakan “kamanakan di bawah lutuik”[3], lebih rendah derajatnya dari kami..”

Sedangkan keluarga yang dimaksud mengetahui perihal ciloteh tersebut. Mereka hanya diam tak menanggapi, tetap hidup tenang, berusaha, menyekolahkan anak-anak, dan berikhtiar merubah nasib. Akhirnya anak-anaknya berjaya karena dididik dengan baik. Kehidupan keluarga terangkat, dan mereka dihormati di kampung.

Kehidupan keluarga ini sangat berbeda dengan keluarga bangsawan tadi yang orangtuanya keras, suka mengatur, pendidikan anak-anak mereka tidak diperhatikan. Kalaupun ada yang sudah menikah, kehiduapn perkawinan anak-anaknya dicampuri. Anaknya menjadi petani, atau berkuli kepada orang lain. Harta pusako dijual ataupun tergadai. Hidup miskin melarat, rumah buruk tak dapat diperbaiki sebab tak ada uang. Kerja mereka hanya mengubar cerita perihal darah bangsawan keluarga mereka..

Suasana di Stadium Merdeka
Tanggal 31 Agustus kemarin, saudara-saudara kita Bangsa Melayu di Malaysia merayakan hari kemerdekaannya dari Inggris. Tepatnya Malaysia merdeka pada pukul 9.30 (waktu Malaysia) tanggal 31 Agustus tahun 1957, sebelas tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya atau  tiga tahun satu bulan setelah Indonesia mendapat pengakuan merdeka dari Belanda. Pada tahun 1957 tersebut kemerdekaan Malaysia hanya sebatas Tanah Semenanjung saja, sebab Sabah dan Serawak masih dalam kekuasaan Inggris. Baru pada tahun 1963 kedua daerah dibagian utara Pulau Kalimantan tersebut bersatu membentuk wilayah persekutuan dengan Tanah Semenanjung. Sebenarnya Bruneipun hendak masuk ke dalam wilayah persekutuan namun karena tidak bersesuaian dengan syarat dan posisi raja serta potensi ekonomi yang cukup besar di Kesulthanan Brunei, penyatuan itu urung dilaksanakan.

Sejarah kemerdekaan Malaysia tidak seperti sejarah kemerdekaan Indonesia yang melewati jalan peperangan. Serah terima pengakuan kemerdekaan Malaysia dilakukan di sebuah stadion yang bernama “Stadium Merdeka”. Tengku Abdul Rahman merupakan tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Malaysia sebab beliaulah yang menerima pengakuan dari Duke of Gloucester, wakil Inggris untuk mengurusi Tanah Melayu. Setelah menerima pengakuan dari pemimpin tertinggi Inggris di Tanah Melayu tersebut, Tengku Abdul Rahman mengeluarkan maklumat (Proklamasi) kemerdekaan Malaysia yang bunyinya kira-kira “Dengan nama Allah, Persekutuan Tanah Melayu untuk selamanya sebuah negara yang demokratik dan Merdeka”. Setelah maklumat tersebut sekalian orang-orang yang datang meneriakkan kata-kata “Merdeka”. Selepas itu dikumandangkanlah suara Adzan..

Selasa, 18 September 2012

Ujian untuk Islam


 Upaya Menggoyang Keyakinan Umat Islam


Dunia Islam kembali diuji dengan ujian yang cukup berat. Setelah beberapa tahun yang lalu kartun Nabi Muhammad dibuat pada salah satu koran di Eropa, kemudian Facebookpun tak lupa ikut serta dengan mengadakan perlombaan dalam membuat gambar nabi dalam menyongsong Maulid Nabi. Serta berbagai karikatur ataupun gambar nabi lainnya yang dibuat oleh orang-orang non muslim (kafir) yang menyesakkan dada umat Islam. Tidak hanya itu, berbagai filem yang menyudutkan (mendeskreditkan) Islampun telah beberapa kali dibuat oleh orang Barat.
Kesemua hal tersebut (hal-hal yang terpantang dalam Islam) dilindungi oleh pemerintahan Barat yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan. Hal tersebut mendapat perlindungan dalam konstitusi negara-negara Barat, bagian dari kebebasan berkarya (ekpresi). Hingga kini, tak satupun dari para penghujat Islam tersebut yang dapat disentuh oleh hukum, mereka masih bebas berkeliaran dan merencanakan apa-apa saja bentuk penghujatan kepada Islam berikutnya.
Sesungguhnya hal ini tidaklah mengherankan, sebab Islam bukanlah agama pertama yang mendapat penghujatan dari dunia Barat. Jauh sebelum Islam, agama Kristen telah lebih dahulu diserang. Diolok-olok dalam berbagai karya tulis, ilmiah, karya fiksi, drama, nyanyian/lagu, hingga perfileman. Hingga kinipun, beberapa filem Barat yang mengambil gambaran (setting) keadaan abad pertengahan di Eropa selalu menyudutkan para pemuka agama Kristen.
Paham pencerahan yang lahir di Barat, salah satu tujuannya ialah menghancurkan dominasi pemuka agama dalam pemerintahan dan politik di Eropa. Sehingga hal tersebut memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Barat, terutama sekali dalam kehidupan sosial masyarakat mereka. Kalau dahulu dimasa abad pertengahan, segala perilaku dan adat kebiasaan diatur dengan aturan agama dimana nilai-nilai moral dijunjung tinggi. Maka pada masa sesudah itu, secara perlahan-lahan segala pantangan dalam kehidupan bermasyarakat mulai dilanggar. Perzinahan menjadi lazim. Memanglah dahulu para kaum bangsawan Eropa juga melakukan praktek kebejatan moral tersebut, akan tetapi hanya sebatas pada golongan elit, tidak pada masyarakatnya. Tetapi setelah kekuasaan para pemuka agama disingkirkan, maka rakyat dengan bebasnya meniru segala kebejatan moral dari kaum elit.
Sekarang, Islam menjadi sasaran berikutnya. Kristen telah berhasil dipecah belah atas beberapa sekte. Kekuasaan mereka yang benar-benar utuh hanya di Vatican City (Katolik), selebihnya mereka tidak memiliki wewenang apa-apa dalam pemerintahan. Kebanyakan orang Eropa merupakan masyarakat ateis, mereka sudah kehilangan kepercayaan kepada agama, apalagi semenjak majunya perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi dasar bagi mereka dalam menolak tuhan, sebab dalam pemandangan mereka dimasa agama menguasai negara kehidupan mereka tidak berkembang. Sedangkan setelah mereka melepaskan agama dari kehidupan mereka, maka mulai tampaklah kemajuan dalam segala bidang kehidupan mereka.

Minggu, 16 September 2012

Gambaran Kehidupan Orang Kampung


 Serdadu Kumbang


salah satu adegan dalam filem Serdadu Kumbang
Beberapa hari lalu (masih dalam pekan Hari Raya) kami menonton sebuah filem yang diputar pada salah satu Stasiun Tivi Swasta di Indonesia. Judul filemnya ialah “Serdadu Kumbang”, sungguh suatu judul yang sangat ganjil sekali. Tatkala membaca judulnya dan melihat bahwa filem ini berkisah perihal kehidupan anak-anak di salah satu daerah di Indonesia kami langsung patah semangat. “Ah.. rupanya meniru salah satu filem yang berhasil berjaya merebut perhatian orang Indonesia beberapa waktu yang lalu..!” begitulah kira-kira pendapat kami.

Tapi tuan, kami telah terlanjur terpukau dan terpikat dengan latar belakang keadaan alam tempat filem ini dibuat. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, disanalah filem itu dibuat, sungguh sangat elok sekali pemandangan alamnya. Laut, pantai, perbukitan, awan, tebing dan jurang semuanya memberikan ketenangan pada jiwa ini. Akhirnyan kami keraskan juga hati untuk menonton.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Industri Hiburan@Ramadhan


Industri Hiburan Selama Ramadhan


sumber gambar: http://ilhamfadli.blogspot.com/2011/08/ramadhan-dan-religiositas-masyarakat.html
Ramadhan memang bulan penuh berkah, sabab pada bulan ini banyak pintu rezki dibuka oleh Allah Ta’ala. Tentunya hanya bagi yang gigih, berusaha keras, kreatif, dan sabar. Salah satu contoh ialah para pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Tak sedikit uang yang dihabiskan orang untuk berbelanja ke “Pasa Pabukoan” tiap petang hari. Belum lagi restoran, rumah makan, ataupun cafe yang mengambil tarif khusus selama bulan puasa.

Namun keuntungan yang paling besar dirasakan oleh para pemilik stasiun TV, sebab pada bulan ini mereka banyak membuat program Khusus Ramadhan. Tentunya dengan sponsor yang berebut karena program ini akan banyak ditonton oleh orang-orang. Mulai dari kuis, talkshow, ceramah agama, lawakan, sinetron, dan lain sebagainya. Namun yang pasti, acara kuis selalu ada untuk meramaikan suasana. Apakah itu pada acara talkshow ataupun lawakan, yang namanya kuis pasti selalu ada.

Sudah semenjak beberapa tahun yang lalu orang-orang mulai meributkan akan rendahnya standar berbagai acara kuis yang ditayangkan pada berbagai acara televisi. Hanya sedikit yang mendidik yakni dengan memberikan pertanyaan yang berbobot seputar masalah keislaman. Sedangkan selebihnya banyak memberikan pertanyaan yang tak bermutu atau asal-asalan. Bagi mereka yang penting terjawab dan penelpon diberi hadiah. Bahkan terkadang pembawa acara kuis memberi tahu penonton jawaban dari pertanyaan yang diajukannya tersebut.
sumber gambar:
http://teladan98.wordpress.com/2007/10/01/the-stupid-kuis-ramadhan-in-indonesia/
Betul kata orang, bahwa tidak ada tontonan mendidik di masa sekarang. Televisi merupakan alat untuk mencerdaskan sekaligus memperbodoh orang-orang.
Namun pada bulan puasa kali ini kami melihat ada dua tontonan menarik yang ditayangkan oleh dua stasiun televisi yakni sebuah filem seri tentang Umar Bin Khatab yang tayang pukul 3.00 pagi di MNC TV. Kemudian yang satu lagi ialah filem tentang Siti Maryam dan Nabi Yusuf A.S yang tayang pukul 4.00 pagi di TVRI.

Dahulu ketika kami masih sekolah, filem-filem seperti ini (produksi Timteng) masih sering diputar di beberapa Stasiun Televisi (ketika itu hanya ada lima stasiun tv). Bagitu juga ketika kami masih kecil yang saat itu hanya dapat menonton TVRI, filem semacam ini juga masih sering kami tonton. Dan hebatnya tidak hanya pada Bulan Ramadhan, melainkan pada hari-hari biasa juga ditayangkan.

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Rohingya


Rohingnya



Muslim Rohingya Myanmar dalam sebuah bot menyeberangi sungai Naf. Dari Myanmar menuju Bangladesh, di Teknaf pada tanggal 11 Juni 2012.
Sumber: Reuters/Stringer
Pernahkah tuan mendengar nama tersebut sebelumnya? Nama yang aneh, entah nama dari bahasa apakah itu. Namun yang pasti sekarang orang-orang yang terkait dengan nama itu tengah dibantai.
Nama ini memang jarang disebut, merupakan nama untuk sebuah suku, dimana suku ini dikenal sebagai suku penganut agama Islam. Suku ini terletak di Myanmar, sebuah negara yang selama ini dikenal tertutup, dikuasai militer, otoriter, serta anti demokrasi. Negara ini juga dikenal dengan kegigihan tokoh politik perempuannya yang bernama Aung San Suu Kyi. Beliau merupakan tokoh demokrasi yang pernah mendapat nobel perdamaian dari PBB.

Pada saat sekarang keadaan perpolitikan di negara tersebut mulai membaik, karena penguasa militer telah berkenan untuk mempelonggar kekakuan yang selama ini menguasai negara tersebut. Amerika dan kawan-kawannyapun menyambut baik gerakan ke arah perubahan yang dilakukan oleh penguasa militer.
Peta jalur pengungsian Muslim Rohingya
Akhirnya Amerikapun kembali mengutus duta besarnya ke Myanmar. Mereka kembali rujuk setelah sekian lama bercerai. Aung San Suu Kyi kembali mendapat kebebasan, bertandang ke negara-negara barat dan mendapat berbagai sambutan yang hangat. Hal ini karena Suu Kyi merupakan tokoh politik yang mendahulukan cara-cara damai dalam perjuangan dirinya.

Selasa, 31 Juli 2012

Mairik Saha atau Ngabuburit

Ma irik Saha

Kerap kali inyiak-inyiak dan nenek-nenek di kampung bertanya “Bilo ang basaha..?”[1] atau ketika kami tanya “Lai talok di inyiak puaso kini ko..?”

“Puaso lai indak, saha lai talok..” jawab mereka dengan gurauan khasnya.

Saha merupakan sebutan lain untuk puasa dalam Bahasa Minangkabau. Namun pada masa sekarang, bersama beberapa kosakata lama lainnya, kata saha mulai dilupakan orang. Kecuali oleh para generasi tua.

Pada masa sekarang anak-anak muda Minangkabau telah mengenal dan mulai pula menggunakan kata “ngabuburit”. Merupakan bahasa gaul khas anak-anak Jakarta yang cepat menyebar ke daerah melalui media televisi dan cetak. Makna kata dari ngabuburit ialah mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa.

Pada masa sekarang kata-kata ngabuburit semakin sering dipakai oleh anak-anak muda Minangkabau, menggantikan kata-kata ma i-rik saha. Ya..tuan, ma i irik saha merupakan kata-kata asli orang Minangkabau untuk menyebut kegiatan yang dilakukan dalam menanti waktu berbuka tiba.

Kamis, 19 Juli 2012

Attitude


Human Attitude



Watching people is ones of my hobbies. I have many hobbies, but let tell you now about this once. I like to watching people around me, they are full of question. And I try to find the answer. I have meet with the one who like to control every one bisade him/her. Much of them was arogant, talkative, stubborn, and few of them was patient or wise.

People with labile character is the one can get full atention from every one. Much of them was childish, event they was up of 21 years. Still to find their identity, they didn’t like to be interupt. If we do that, they will angry.

There were the one like to be pretend, with their smile, grasy, good performance but in other way unresponsibility with their job. And the one who want to be considered that he/she was intelegent. Show to other people that he/she now everyting. With his/him ability to convince people with what he/she talking about.

There were people with characteristic stolid, much of people considered this typcal with wrong way. Considered that he/she was fooled. That is the mistake, only special people can detect specialy one. Not all of the people with this character was idiot, fool, or didn’t know everything. Much of them choose this attitude because they didn’t know how to communicate with other people. They wory, because if they talk, other people will missperseption with them.

Much of them was intelegent, and if they meet with the one who has same character with them, they will talkative. And other people wouldn’t understand them, because they didn’t know what they talking about.

Selasa, 17 Juli 2012

I was nothing


Ignored


Some of my friend said “What happen with this life..?”

I ask him why, he said me that he has feel strange with all of this people. Sometime he get their regradfull but sometime they was ignored him. I say to him that is maybe just his feeling, “maybe you in bad mood now” I try to make him to calm.

“Really..? But why some of them make a different way to looked at me, speaking with me, or something else? ” he ask me with full of emotion.

I doubt with my answer before to him, but I try to gave him the rational answer “ Maybe the cause is in your self. Yes, maybe..I said maybe because this is just my subjective opinion. Maybe they not agree with some of you attitude, your action, or with your position in front of them. You have responsibility with your job, and they are our friend, our partner on this office..”

He quit for a minute and then talk again to me “Oke, than why they didn’t tell me, why they just give they abnormal face to me? I don’t know with my fault. I just human, not Profesor Xavier who can read their mind..!”

Well, I agree with him, this problem become grown if we not make it clear. This is the main problem in our office. Much of them just  talk behind the person who they has a problem with the one. Or make the jocking with that and wish the one were understand with that.

Minggu, 15 Juli 2012

Berlaku Adillah kepada Saudara Kita yang Istimewa[1]

Beberapa saat yang lalu kami melihat salah satu kabar yang diberitakan di stasiun TV internasional PRESS TV yang mengudara dari Tehran Iran. Stasiun ini membuat suatu kabar yang menggugah hati duhai tuan. Apakah kabar itu gerangan tuan? Yakni perihal pembaca berita dari salah satu stasiun TV di Korea (Korea Selatan). KBS nama stasiun TV tersebut.

Apa gerangan yang menarik duhai tuan? Yang menarik ialah karena pembaca berita (news anchor) tersebut ternyata seorang yang kurang beruntung dalam segi fisik, tak sampai hati mengatakannya tuan. Bagi kami beliau ini ialah “News Anchor Istimewa”.. Maksud kami, beliau si pembaca berita dari Korea ini ialah seorang yang buta. Namun keterbatasan yang dimilikinya tidak membatasi dirinya untuk dapat bekerja mencari nafkah.

Beruntung beliau ini berada di Korea Selatan, sebuah negara yang maju kehidupannya. Walau sudah menjadi hukum alam bahwa semua keadaan di dunia ini memiliki dua sisi yakni baik dan buruk. Seperti yang dikatakan pepatah cina “Yin & Yang”. Namun setidaknya kehadiran pembaca berita ini menambah kesalutan kami kepada Korea Selatan. Pada saat sekarang ini, negara Asia sedang diserang oleh kebudayaan K-Pop yang berasal dari Korea. Ada yang suka, namun ada pula yang tidak. Kehidupan hedonis Korea sempat menjadi sorotan beberapa fihak di negara kita. Beragam kabar, walau lebih banyak yang baiknya namun ada juga yang buruk perihal Korea. Namun seperti yang kami cakapkan tadi tuan, Yin & Yang.

Memanglah demikian duhai tuan. Di negara maju yang kebanyakan dari mereka bukanlah negara Islam, kehidupan masyarakatnya amatlah teratur. Sebab mereka taat kepada peraturan yang telah dibuat. Berlainan dengan kita di Indonesia ini, tak ada peraturan yang tak dilanggar. Dan tak pula malu dengan keadaan yang demikian, justeru bangga. Orang yang patuh kepada peraturan dianggap bencong, tak memiliki keberanian..
Tuan yang budiman, pada negara-negara maju mereka sangat memperhatikan kepentingan rakyatnya. Sungguh aneh tuan, sebab pada negara yang mengabaikan kehidupan akhirat justeru bagus pelayanan terhadap rakyatnya. Memanglah demikian tuan, sebab negara kita bak kata pepatah hidup segan mati tak mau, secara resminya masih merupakan negara Pancasila dengan Sila Pertamanya. Namun kenyataannya ialah negara kita ini ialah negara Sekuler yang menistakan agama.

Sabtu, 14 Juli 2012


Fanatisme

Fanatik, telah menjadi satu kata yang sangat bertuah di Indonesia. Bertuah bagi yang menjatuhkannya (memfonis) namun malapetaka bagi yang menerima. Dengan kesungguhan yang tiada henti, pemerintah dan media di Indonesia telah berhasil membuat pandangan (image/imej) bahwa sikap fanatik tersebut ialah identik dengan Islam. Setiap orang Islam yang berkeinginan hendak menegakkan Syari’at Islam di Indonesia maka ia merupakan seorang fanatik.


Namun engku-engku sekalian, tahukah engku arti dan makna dari kata fanatik tersebut? Benarkah sikap fanatik itu ialah orang-orang Islam yang berkeinginan untuk menegakkan hukum “Syari’at di Indonesia”?
Susah juga rupanya engku, yang banyak terdapat di internet hanyalah berbagai artikel mengenai fanatik. Sedangkan pengertian perihal apa itu fanatik sebenarnya sangatlah susah didapat. Kalau dalam sisi bahasa, fanatik berartiteramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap suatu ajaran (politik, agama, budaya, dan lain sebagainya).

Namun dapat jua oleh kami pengertian fanatik yang kami cari. Beginilah kira-kira makna dari fanatik itu engku. Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu. Apakah itu merupakan pandangan yang baik (positif) ataupun yang buruk (negatif). Pandangan tersebut tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. (A Favourable or unfavourable belief or judjment, made without adequate evidence and not easily alterable by the presentation of contrary evidence).

Jadi engku, sikap fanatik itu dapat menerpa siapa saja, apapun agamanya, pandangan politik, maupun latar belakang keluarga maupun budaya. sesungguhnya sikap fanatik ada pada setiap agama, budaya, politik, maupun paham-paham lainnya. Namun kenapa hanya Islam yang menjadi sorotan. Kenapa engku? Cobalah engku fikirkan? Tidak anehkah engku?

Coba kita tengok pada kehidupan bernegara. Sering kali pecah pertikaian antara pendukung tim sepak bola di Indonesia. bahkan tak jarang ada yang berujung pada kematian. Pernahkah hal semcam itu dilarang engku? Bukankah hal semacam itu dapat kita golongkan kepada fanatik, fanatik kepada tim sepakbola?

Lalu bagaimana pula dengan sekelompok orang yang memutuskan batanggang sampai pagi hanya untuk menonton pertandingan sepakbola dari tim kesayangannya di Benua Eropa Sana.. pada hal esok hari mereka harus bekerja,..bukankah hal semacam itu dapat pula kita golongkan pada sikap fanatik engku?

Ah..janganlah engku marah pula, kami paham, engkupun sangat gemar sekali menonton bola. Itukan hanya contoh, kami tidak membahas perkara benar ataupun salah..

Itulah yang terjadi di negara kita pada saat sekarang duhai engku, sikap fanatik hampir dimiliki setiap orang. Masyarakat kitapun berkat pemberitaan dari media dengan mudahnya menjatuhkan cap fanatik kepada seseorang ataupun kelompok orang hanya dengan melihat pakaian yang dipakainya. Pada hal mereka sebenarnya tidak kenal atau paham mengenai ajaran yang dianut oleh orang-orang tersebut. Hanya berbekal informasi yang sedikit dari media yang mereka peroleh maka dengan mudahnya mereka menjatuhkan cap fanatik.

Sabtu, 30 Juni 2012

Panggamang


Perempuan Nyinyir


“Bagaimana kiranya jika kawan menghadapi orang pencemas dan penggamang?” tanya salah seorang kawan kami tatkala kami sedang khusyuk-khusyuknya memainkan jari di atas keyboard. Kami tersenyum mendengar pertanyaan darinya. Kami pandangi mukanya, rupanya sedang kusut masam sedang memikirkan sesauatu.


Kami paham bahwa pertanyaan semacam ini tidak muncul begitu saja. Pasti ada penyebabnya, pastia dia baru saja mengalami suatu kejadian yang tak menyenangkan hatinya. Kawan kami ini memang jenis orang yang selalu memikirkan segala sesuatu terlalu mendalam. Kata orang sekarang to serius, to sensitive, dificult for him to take comunication with other people.

Kamipun mencoba menyelidiki “Entahlah kawan, mungkin akan awak biarkan dia sekehendak hatinya. Pabila dilawan kita pula nan tabao rendong. Kalau tak dapat masalah dari dirinya, maka dari orang lain yang berhubungan dirinyalah kita akan mendapat masalah..”

“Ah..sayangnya aku melawannya, takajuik awak tadi kawan. Takajuik dek suaranya dan tanggapan yang diberikannya..” jelasnya.

“Apa dia seorang perempuan..?” terka ku.

“Benar kata orang rupanya, kaum perempuan itu lebih mendahulukan perasaannya, perasa, dan pencemas. Akal mereka tak berjalan pabila sedang berada dalam suatu keadaan yang menurut mereka mengancam diri mereka..” jelasnya.

Hm.. pertanyaan kami tak dijawab, tapi malah berkeluh kesah. Tapi tak apa kami senang jika ada kawan yang berkeluh kesah kepada kami. Merupakan suatu pertanda bahwa kami merupakan orang yang terpercaya. Kami pernah pada suatu ketika berada dalam keadaan dimana semua orang menaruh rahasia terhadap kami. Ditanya tak dijawab, mengalihkan percakapan kepada perkara lain yang sama sekali tak berhubungan. Sungguh tertekan jiwa kami ketika itu.

“Tak semua kawan, ada juga beberapa perempuan yang bersikap tenang dalam menghadapi segala persoalan yang menimpa dirinya. Semuanya kembali kepada orang tersebut, setidaknya sikap yang diperlihatkannya mencerminkan kepribadian dirinya. Ada apa kiranya kawan, tiba-taba saja engkau bercakap macam tu. Pastilah telah terjadi suatu perkara yang tak menyenangkan hati?” balas kami.

Minggu, 24 Juni 2012

moon at te night


Moon Light
 

This night in my city, the moon is shining. It’s a beautiful night. If every night like this, it could be fun. The moon is not completely full yet, may be two or three night later. I wish in that time the sky will be clear like this. No cloud or may be a few of cloud in the sky can make the night more beautiful. Its good for you who want make the great momen in your life.

A few of star was decorating the sky with their light. Allah is The Great, how can be the man who say that no god in this life, in this world. Who make all of this? Have they think not just with their head but also with use their heart?

This arrogant people who blind with their power in money and science said that religion was a nonsene. How can they think like this.

Every day, every hour, every time we life with mercy of the god.
May Allah blessing us my friend. Insya Allah..

picture: internet

Sabtu, 16 Juni 2012

Dunia Pariwisata Bukittinggi


De Mooi Fort de Kock

foto: Erison J.Kambari
Beberapa hari yang lalu terdengar kabar dari kampung oleh kami duhai tuan. Rupanya rumah kami nan buruk di kampung dikunjungi oleh saudara kami dari jauh, Tanah Semenanjung. Alangkah senangnya hati keluarga kami, sebab sudah lama tak bersua. Memanglah senang hati kedua orang tua kami, sebab mereka tak dapat berkunjung menziarahi dunsanak kami di sana. Maka sebagai gantinya, merekalah yang datang ke kampung kami membawa serta anak-anaknya.

Ibu kami sangat senang sekali, jauh-jauh hari telah dikabarkan kepada kami. Tatkala pulang kampung kampipun sibuk membantu beliau mempersiapkan bilik yang akan ditempati oleh tamu kami tersebut. Layaknya akan kedatangan tamu penting, bilik-bilik inipun dibersihkan dan dipercantik. Supaya tamu kami merasa nyaman menempatinya selama berkunjung.

Beberapa hari mereka tiba di kampung, mamak kami membawa mereka ke tempat-tempat pelancongan yang ada di negeri kita, Minangkabau. Negeri kita yang selama ini terkenal karena keelokan alamnya memang telah lama menjadi buah bibir kemana-mana. Banyak memang para pelancong yang datang untuk mengunjunginya. Sebab negeri mereka taklah sindah negeri kita. Alhamdulillah..

Namun ada satu hal yang menimbulkan kekhawatiran pada diri kami duhai tuan. Yaitu orang kita yang terkenal asal-asalan dan tidan profesional dalam mengelola tempat-tempat pelancongan tersebut. Tempat atau fasilitas yang disediakan ialah apa adanya, namun cukai yang diambil dari tempat tersebut sangatlah besar. Sebut saja cukai parkir dan cukai jamban, hanya di negeri kita saja duhai tuan, kalau orang ke jamban kena cukai pula.

Kamipun mendapat kabar, kalau beberapa hari yang lalu ibu kami beserta sanak keluarga lain di kampung membawa mereka berjalan-jalan ke Jam Gadang yang sangat terkenal itu. Kata orang, pada masa sekarang di bawah Jam Gadang sudah dipercantik orang. Tempat untuk berjalan-jalan sudah diperluas sehingga banyak orang dapat di tampung. Namun sayangnya, selain diramaikan oleh orang-orang yang berkunjung, tempat itu juga diramaikan oleh pedagang kaki lima yang berdagang. Mereka berdagang mengalahi tempat orang berjalan-jalan. Dan perkara semacam itu diabaikan oleh pemerintah di sana.

Kamis, 14 Juni 2012

Kisah di Pagi Hari


Mencari Rezki yang Halal

Terkadang kami merasa malu sendiri pabila melihat orang-orang yang berjualan keliling perkampungan dipagi hari. Kami yang telah diberi kemudahan dalam mencari rezki masih sering merasa malas dalam bekerja. Pabila terdapat hal yang disukai maka semangat kami dalam bekerja akan menurun. Selain itu kami juga boros dalam pengeluaran, setiap hari, ada saja pengeluaran yang tak perlu yang kami lakukan. Walau sudah berusaha mengendalikannya, akan tetapi selalu saja terdapat kesilapan semacam itu.

Dipagi hari, mulai pukul setengah tujuh hingga setengah delapan. Orang-orang ini sudah mencoba mengais rezeki. Pada hal dalam waktu itu sebagian dari penduduk negeri sedang asyiknya terlelap tidur. Melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yakni Shalat Subuh. Sungguh suatu kejadian yang bertolak belakang, seandainya saja setiap muslim merupakan orang-orang yang berfikir, tentunya mereka dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mereka temui dalam hidup ini.

Selasa, 12 Juni 2012

Mendidik Anak


Masjid, kanak-kanak, & Jum’at

Pernah suatu ketika pada masa yang telah lalu kami mendengar ada orang berkata “Sesungguhnya menjadi orang tua itu tidaklah mudah..” dalam hati kami mengamini perkataan orang tersebut. Sebab walaupun belum pernah menjadi orang tua, kami sendiri menyaksikan dan dapat pula merasakan bahwa sangatlah berat beban yang harus ditanggung oleh para orang tua. Membiayai segala  kebutuhan, mulai dari makan, pakaian, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Namun yang terberat dari itu semua ialah mendidik anak. Kami hanya sekedar tahu dan bersimpati, namun belum dapat merasakannya sebab kami belumlah menikah.


Namun perlahan-lahan tabir itu mulai tersingkap tatkala kami diminta oleh seorang kawan untuk membawa serta anak lelakinya yang beru berumur sekitar lima tahun untuk ikut Shalat Jum’at. Itulah pengalaman pertama kami dalam membawa seorang kanak-kanak ke masjid. Sungguh suatu perkara yang tidaklah mudah.

Adalah sudah menjadi tabi’at dari anak-anak yang tidak mudah diam. Mereka selalu lasak dan nyinyir. Tidak dapat tenang pabila disuruh berdiam untuk duduk, ataupun tak dapat diam pabila disuruh berhenti bercakap-cakap. Mereka sangat mudah sekali untuk bosan kemudian merengek.

Maka taklah mengherankan pabila dalam masjid mereka suka membuat ulah, berjalan ataupun berlari diantara shaf sehingga membuat para jama’ah tidak tenang. Merengek-rengek kepada orang tua mereka. Ataupun bergelut bercanda-ria dengan anak-anak seumur mereka. Perkara itu memang perkara wajar bagi anak-anak, akan tetapi bukan berarti mereka harus dibiarkan saja. Disinilah pendidikan itu dimulai, bukan begitu engku.

Kalaupun engku tak sanggup untuk mendidik mereka maka janganlah engku bikin anak. Maaf engku, maksud kami janganlah engku bawa mereka ke masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu orang lain dalam beribadah. Sebab pabila seorang anak lasak di dalam masjid maka orang tuanya jugalah yang akan disalahkan orang.

Tetapi syukur engku, anak dari kawan ini tidaklah selasak yang kami kira. Dia cukup dapat disuruh diam, sebab anaknya memang agak penurut sedikit. Walau beberapa kali larangan kami dikerjakannya kembali, namun syukur tidak sampai mengganggu para jama’ah yang sedang menunaikan ibadah. Tak lama kiranya setelah duduk selepas melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid, dia bernyanyi-nyanyi kecil mengusir kebosanan. Kami suruh diam dan diapun tersenyum dan diam. Beberapa saat kemudian, diulanginya kembali kelakuannya tersebut. Kamipun kembali menyuruh diam, dan diapun diam dan tersenyum kembali kepada kami. Hal yang sama berlaku kembali beberapa saat kemudian engku.