Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Pertikaian beragam kekuatan


Perang yang Tak Kunjung Usai
  
Huru-hara yang terjadi di Suriah belum juga usai, hampir setiap hari terdengar kabar pembunuhan, penyerangan, ataupun penghancuran. Entah itu yang dilakukan oleh fihak Pemerintah Bashar al Asad ataupun yang dilakukan oleh fihak pemberontak. Sesungguhnya huru-hara yang terjadi dalam negeri Suriah ini bukanlah hanya pertikain antara rakyat melawan pemimpin di negara mereka melainkan peperangan antara beberapa kekuatan yang hendak berebut pengaruh di Timur Tengah. Kasihan rakyat Suriah, mereka terperangkap dalam perang diantara dua kekuatan yang sedang berebut kuasa. Banyak yang memutuskan meninggalkan rumah tempat tinggal mereka, pindah ke tempat yang mereka kira akan lebih aman.
Salah satu kawasan yang menjadi tujuan untuk mencari keselamatan oleh rakyat Suriah ialah sebuah propinsi terletak dalam Negara Turki, tepatnya di bagian selatan dari negara tersebut. Hatay nama propinsi tersebut dengan penduduknya kebanyakan berbahasa Arab. Sebab sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang Arab dan secara budaya mereka juga Arab. Sedangkan Turki merupakan negara yang beretnis Mongol dan telah mengalami percampuran dengan kawasan disekitarnya terutama Eropa.
Sudah lama Suriah menyangka bahwa para pemberontak menjadikan kawasan selatan Turki sebagai tempat berlindung mereka. Karena banyak dari serangan, apakah itu serangan roket maupun kelompok bersenjata berasal dari selatan Turki. Akhirnya Suriah kesal dan melancarkan serangan ke selatan Turki, namun apa hendak dikata, serangan Suriah tidak tepat sasaran sebab menewaskan lima orang penduduk sipil Turki.
Serangan ini membut Turki marah, maka terjadilah serangan balasan ke Suriah. Parlemen Turki telah memberikan izin bagi angkatan bersenjata Turki untuk melakukan tindakan militer yang lebih masif terhada Suriah. Berikutnya terjadi beberapa insiden yang masih berbau konflik, seperti penangkapan pesawat sipil Suriah oleh Turki dan sebaliknya. Yang terakhir di dengar ialah diberlakukannya kawasan larangan terbang di wilayah selatan oleh Turki terhadap pesawat-pesawat sipil Suriah.

Kamis, 20 September 2012

Fitnah, Tipu Muslihat, & Propaganda


Terror



WTC sebelum dihancurkan
Sebelas September atau lebih dikenal sebagai September Eleven di Amerika merupakan tanggal keramat yang diambil dari peristiwa serangan terhadap Menara Kembar atau lebih dikenal dengan Gedung WTC. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2011, sebelas tahun silam. Piristiwa inilah yang dijadikan alasan oleh Amerika dan sekutunya untuk menyerang Afganistan dan kemudian Irak.


Pepatah yang mengatakan sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya akan berbau juga tampaknya tepat. Walau kebanyakan media Amerika menyokong teori pemerintah perihal September Eleven, namun berbagai keanehan yang terjadi tidak dapat ditutupi oleh pemerintah dan media Amerika. Walau kebanyakan rakyat Amerika masih mempercayai teori pemerintah mereka, namun tak sedikit yang meragukan.

Sudah banyak situs yang membahas perihal kebohonngan Amerika dalam tragedi ini. Sebut saja yang mencolok ialah gedung yang ditabrak pesawat, seharusnya bagian atasnya yang hancur, akan tetapi kenyataannya seluruh gedung hancur. Lelehan baja yang masih panas dan meleleh hingga beberapa pekan selepas kejadian ini juga mencurigakan. Tidak mungkin hal ini semua disebabkan oleh bahan bakar pesawat.

Kesaksian orang-orang di dalam gedung yang berhasil selamat juga menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali ledakan keras di lantai bawah tanah sebelum benda yang diduga pesawat menghantam bagian atas gedung. Cutinya beberapa pegawai Yahudi pada peristiwa ini juga sangat menganehkan.


Masih banyak lagi keganjilan yang ditemui pada peristiwa ini, seperti potongan baja yang seperti sengaja dipotong miring 45 derajat. Runtuhnya gedung yang mirip dengan yang terlihat pada beberapa aca televisi yang memperlihatkan sebuah gedung tua dihancurkan dengan bom. Dan lain sebagainya.

Rabu, 19 September 2012

Indonesia & Kemerdekaan Malaysia


Karena Komunis

Kami pernah bersua dengan sebuah keluarga dari keturunan orang tujuh jenjang[1] di kampungnya. Dengan pongahnya dia berujar “Saya ini keturunan orang asli, datuk saya merupakan pemimpin dari sekalian datuk di negeri ini. Sebab kami “urang asa”[2]. Berbeda dengan keluarga itu yang baru semenjak neneknya datang ke negeri ini. Mereka itu merupakan “kamanakan di bawah lutuik”[3], lebih rendah derajatnya dari kami..”

Sedangkan keluarga yang dimaksud mengetahui perihal ciloteh tersebut. Mereka hanya diam tak menanggapi, tetap hidup tenang, berusaha, menyekolahkan anak-anak, dan berikhtiar merubah nasib. Akhirnya anak-anaknya berjaya karena dididik dengan baik. Kehidupan keluarga terangkat, dan mereka dihormati di kampung.

Kehidupan keluarga ini sangat berbeda dengan keluarga bangsawan tadi yang orangtuanya keras, suka mengatur, pendidikan anak-anak mereka tidak diperhatikan. Kalaupun ada yang sudah menikah, kehiduapn perkawinan anak-anaknya dicampuri. Anaknya menjadi petani, atau berkuli kepada orang lain. Harta pusako dijual ataupun tergadai. Hidup miskin melarat, rumah buruk tak dapat diperbaiki sebab tak ada uang. Kerja mereka hanya mengubar cerita perihal darah bangsawan keluarga mereka..

Suasana di Stadium Merdeka
Tanggal 31 Agustus kemarin, saudara-saudara kita Bangsa Melayu di Malaysia merayakan hari kemerdekaannya dari Inggris. Tepatnya Malaysia merdeka pada pukul 9.30 (waktu Malaysia) tanggal 31 Agustus tahun 1957, sebelas tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya atau  tiga tahun satu bulan setelah Indonesia mendapat pengakuan merdeka dari Belanda. Pada tahun 1957 tersebut kemerdekaan Malaysia hanya sebatas Tanah Semenanjung saja, sebab Sabah dan Serawak masih dalam kekuasaan Inggris. Baru pada tahun 1963 kedua daerah dibagian utara Pulau Kalimantan tersebut bersatu membentuk wilayah persekutuan dengan Tanah Semenanjung. Sebenarnya Bruneipun hendak masuk ke dalam wilayah persekutuan namun karena tidak bersesuaian dengan syarat dan posisi raja serta potensi ekonomi yang cukup besar di Kesulthanan Brunei, penyatuan itu urung dilaksanakan.

Sejarah kemerdekaan Malaysia tidak seperti sejarah kemerdekaan Indonesia yang melewati jalan peperangan. Serah terima pengakuan kemerdekaan Malaysia dilakukan di sebuah stadion yang bernama “Stadium Merdeka”. Tengku Abdul Rahman merupakan tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Malaysia sebab beliaulah yang menerima pengakuan dari Duke of Gloucester, wakil Inggris untuk mengurusi Tanah Melayu. Setelah menerima pengakuan dari pemimpin tertinggi Inggris di Tanah Melayu tersebut, Tengku Abdul Rahman mengeluarkan maklumat (Proklamasi) kemerdekaan Malaysia yang bunyinya kira-kira “Dengan nama Allah, Persekutuan Tanah Melayu untuk selamanya sebuah negara yang demokratik dan Merdeka”. Setelah maklumat tersebut sekalian orang-orang yang datang meneriakkan kata-kata “Merdeka”. Selepas itu dikumandangkanlah suara Adzan..

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Rohingya


Rohingnya



Muslim Rohingya Myanmar dalam sebuah bot menyeberangi sungai Naf. Dari Myanmar menuju Bangladesh, di Teknaf pada tanggal 11 Juni 2012.
Sumber: Reuters/Stringer
Pernahkah tuan mendengar nama tersebut sebelumnya? Nama yang aneh, entah nama dari bahasa apakah itu. Namun yang pasti sekarang orang-orang yang terkait dengan nama itu tengah dibantai.
Nama ini memang jarang disebut, merupakan nama untuk sebuah suku, dimana suku ini dikenal sebagai suku penganut agama Islam. Suku ini terletak di Myanmar, sebuah negara yang selama ini dikenal tertutup, dikuasai militer, otoriter, serta anti demokrasi. Negara ini juga dikenal dengan kegigihan tokoh politik perempuannya yang bernama Aung San Suu Kyi. Beliau merupakan tokoh demokrasi yang pernah mendapat nobel perdamaian dari PBB.

Pada saat sekarang keadaan perpolitikan di negara tersebut mulai membaik, karena penguasa militer telah berkenan untuk mempelonggar kekakuan yang selama ini menguasai negara tersebut. Amerika dan kawan-kawannyapun menyambut baik gerakan ke arah perubahan yang dilakukan oleh penguasa militer.
Peta jalur pengungsian Muslim Rohingya
Akhirnya Amerikapun kembali mengutus duta besarnya ke Myanmar. Mereka kembali rujuk setelah sekian lama bercerai. Aung San Suu Kyi kembali mendapat kebebasan, bertandang ke negara-negara barat dan mendapat berbagai sambutan yang hangat. Hal ini karena Suu Kyi merupakan tokoh politik yang mendahulukan cara-cara damai dalam perjuangan dirinya.

Sabtu, 14 Juli 2012


Fanatisme

Fanatik, telah menjadi satu kata yang sangat bertuah di Indonesia. Bertuah bagi yang menjatuhkannya (memfonis) namun malapetaka bagi yang menerima. Dengan kesungguhan yang tiada henti, pemerintah dan media di Indonesia telah berhasil membuat pandangan (image/imej) bahwa sikap fanatik tersebut ialah identik dengan Islam. Setiap orang Islam yang berkeinginan hendak menegakkan Syari’at Islam di Indonesia maka ia merupakan seorang fanatik.


Namun engku-engku sekalian, tahukah engku arti dan makna dari kata fanatik tersebut? Benarkah sikap fanatik itu ialah orang-orang Islam yang berkeinginan untuk menegakkan hukum “Syari’at di Indonesia”?
Susah juga rupanya engku, yang banyak terdapat di internet hanyalah berbagai artikel mengenai fanatik. Sedangkan pengertian perihal apa itu fanatik sebenarnya sangatlah susah didapat. Kalau dalam sisi bahasa, fanatik berarti: teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap suatu ajaran (politik, agama, budaya, dan lain sebagainya).

Namun dapat jua oleh kami pengertian fanatik yang kami cari. Beginilah kira-kira makna dari fanatik itu engku. Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu. Apakah itu merupakan pandangan yang baik (positif) ataupun yang buruk (negatif). Pandangan tersebut tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. (A Favourable or unfavourable belief or judjment, made without adequate evidence and not easily alterable by the presentation of contrary evidence).

Jadi engku, sikap fanatik itu dapat menerpa siapa saja, apapun agamanya, pandangan politik, maupun latar belakang keluarga maupun budaya. sesungguhnya sikap fanatik ada pada setiap agama, budaya, politik, maupun paham-paham lainnya. Namun kenapa hanya Islam yang menjadi sorotan. Kenapa engku? Cobalah engku fikirkan? Tidak anehkah engku?

Coba kita tengok pada kehidupan bernegara. Sering kali pecah pertikaian antara pendukung tim sepak bola di Indonesia. bahkan tak jarang ada yang berujung pada kematian. Pernahkah hal semcam itu dilarang engku? Bukankah hal semacam itu dapat kita golongkan kepada fanatik, fanatik kepada tim sepakbola?

Lalu bagaimana pula dengan sekelompok orang yang memutuskan batanggang sampai pagi hanya untuk menonton pertandingan sepakbola dari tim kesayangannya di Benua Eropa Sana.. pada hal esok hari mereka harus bekerja,..bukankah hal semacam itu dapat pula kita golongkan pada sikap fanatik engku?

Ah..janganlah engku marah pula, kami paham, engkupun sangat gemar sekali menonton bola. Itukan hanya contoh, kami tidak membahas perkara benar ataupun salah..

Itulah yang terjadi di negara kita pada saat sekarang duhai engku, sikap fanatik hampir dimiliki setiap orang. Masyarakat kitapun berkat pemberitaan dari media dengan mudahnya menjatuhkan cap fanatik kepada seseorang ataupun kelompok orang hanya dengan melihat pakaian yang dipakainya. Pada hal mereka sebenarnya tidak kenal atau paham mengenai ajaran yang dianut oleh orang-orang tersebut. Hanya berbekal informasi yang sedikit dari media yang mereka peroleh maka dengan mudahnya mereka menjatuhkan cap fanatik.

Selasa, 12 Juni 2012

Mendidik Anak


Masjid, kanak-kanak, & Jum’at

Pernah suatu ketika pada masa yang telah lalu kami mendengar ada orang berkata “Sesungguhnya menjadi orang tua itu tidaklah mudah..” dalam hati kami mengamini perkataan orang tersebut. Sebab walaupun belum pernah menjadi orang tua, kami sendiri menyaksikan dan dapat pula merasakan bahwa sangatlah berat beban yang harus ditanggung oleh para orang tua. Membiayai segala  kebutuhan, mulai dari makan, pakaian, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Namun yang terberat dari itu semua ialah mendidik anak. Kami hanya sekedar tahu dan bersimpati, namun belum dapat merasakannya sebab kami belumlah menikah.


Namun perlahan-lahan tabir itu mulai tersingkap tatkala kami diminta oleh seorang kawan untuk membawa serta anak lelakinya yang beru berumur sekitar lima tahun untuk ikut Shalat Jum’at. Itulah pengalaman pertama kami dalam membawa seorang kanak-kanak ke masjid. Sungguh suatu perkara yang tidaklah mudah.

Adalah sudah menjadi tabi’at dari anak-anak yang tidak mudah diam. Mereka selalu lasak dan nyinyir. Tidak dapat tenang pabila disuruh berdiam untuk duduk, ataupun tak dapat diam pabila disuruh berhenti bercakap-cakap. Mereka sangat mudah sekali untuk bosan kemudian merengek.

Maka taklah mengherankan pabila dalam masjid mereka suka membuat ulah, berjalan ataupun berlari diantara shaf sehingga membuat para jama’ah tidak tenang. Merengek-rengek kepada orang tua mereka. Ataupun bergelut bercanda-ria dengan anak-anak seumur mereka. Perkara itu memang perkara wajar bagi anak-anak, akan tetapi bukan berarti mereka harus dibiarkan saja. Disinilah pendidikan itu dimulai, bukan begitu engku.

Kalaupun engku tak sanggup untuk mendidik mereka maka janganlah engku bikin anak. Maaf engku, maksud kami janganlah engku bawa mereka ke masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu orang lain dalam beribadah. Sebab pabila seorang anak lasak di dalam masjid maka orang tuanya jugalah yang akan disalahkan orang.

Tetapi syukur engku, anak dari kawan ini tidaklah selasak yang kami kira. Dia cukup dapat disuruh diam, sebab anaknya memang agak penurut sedikit. Walau beberapa kali larangan kami dikerjakannya kembali, namun syukur tidak sampai mengganggu para jama’ah yang sedang menunaikan ibadah. Tak lama kiranya setelah duduk selepas melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid, dia bernyanyi-nyanyi kecil mengusir kebosanan. Kami suruh diam dan diapun tersenyum dan diam. Beberapa saat kemudian, diulanginya kembali kelakuannya tersebut. Kamipun kembali menyuruh diam, dan diapun diam dan tersenyum kembali kepada kami. Hal yang sama berlaku kembali beberapa saat kemudian engku.

Minggu, 10 Juni 2012

Jihad & Pedang


JIHAD
Apabila kamu menemui suatu kemungkaran, maka cegahlah ia dengan kekuatan, kalau tak dapat, cegahlah dengan lisan, dan pabila engkau tak juga mampu melakukannya, maka cegahlah ia dengan hati. Sesungguhnya itu ialah selemah-lemah  iman.


Islam di sebarkan dengan perantaraan kalam bukan pedang. Begitulah kira-kira makna dari bunyi petikan untaian kalimat pada halaman awal salah satu novel yang dibuat oleh anak salah seorang pemimpin politik di Indonesia. Kami terkejut membacanya, apalagi yang menulis ialah anak dari tidak hanya tokoh politik melainkan juga tokoh cendikiawan muslim di Indonesia. Namun kami tak begitu heran tatkala merenungkan kembali perkara ini. kalau kami tak salah ingat, sang anak ini dahulunya bersekolah di Singapura dan dengan kedua orangtuanya terbiasa bercakap bahasa Inggris. Terlalu dangkal memang pabila hal ini kami jadikan bahan pertimbangan. Namun selain yang dua tersebut kami juga masih memiliki pertimbangan lain. Yakni sosok sang ayah yang menuntut Ilmu Politik di Amerika, serta keengganan ayahnya mengubah haluan partai yang didirikan dan dipimpinnya kala itu menjadi berasaskan Islam.

Kami memperbincangkan dengan kawan di kantor kami mengenai pernyataan tersebut. Kawan kami yang kami kira kuat pendiriannya perihal syari’at ini ternyata membenarkan pendapat tersebut. Alangkah terkejutnya kami sebab hal tersebut diluar perkiraan kami. Tapi kemudian kami mencoba memahami, memang beginilah keadaan umat Islam sekarang buta dengan agamanya sendiri. Amatlah sangat banyak umat muslim di INDonesia yang tak memahami agamanya dengan benar. Sangat sedikit yang memahami hukum fiqih, sehingga banyak terjadi kesalahan dalam beramal.

Sabtu, 09 Juni 2012

Kritislah Terhadap Media


Melawan Arus

Melawan arus atau berfikir melawan arus, apa yang engku tangkap dari perkataan ini? Bukan engku, sekali bukan. Kami paham maksud engku, pastinya pola berfikir seperti yang dipertontonkan oleh ­agen-agen zionis di negara kita bukan? Para SEPILIS yang berusaha menghancurkan akidah dan keyakinan umat beragama di negara ini. Berfikir bebas, menghujat agama dan keyakinan, mendobrak tradisi, mengerjakan yang terpantangkan selama ini di tengah-tengah masyrakat kita.


Bukan engku, sekali lagi bukan. Yang kami maksudkan dengan berfikir melawan arus ialah suatu pola berfikir yang bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh banyak orang (masyarakat awam). Tahukak engku, para ilmuwan telah mengelompokkan cara berfikir manusia kepada dua kelompok yakni cara berfikir awam (commonsense) dan ilmiah (scientific). Sebenarnya ada satu lagi yakni cara berfikir filosofis yang merupakan cara berfikir paling hebat. Namun sayangnya kami belum dapat memahaminya dengan baik. Oleh karena itu kita hanya akan membahas kedua cara berfikir yang tersebut di atas.

Cara berfikir awam atau bahasa kerennya ialah commonsense, merupakan cara berfikir masyarakat kebanyakan. Maksudnya ialah suatu cara berfikir yang tidak mendasari pendapat ataupun kesimpulan yang didapat pada penyidikan atas suatu kejadian (fenomena) yang disaksikan. Orang-orang yang berfikir semacam ini selalu mengambil suatu kesimpulan tanpa perenungan ataupun penyidikan mendalam atas fenomena ataupun permasalahan yang mereka hadapi. Mereka mempercayai begitu saja atas suatu informasi yang mereka dapat, kalaupun dilakukan penyidikan maka hanya sebatas membandingkan dengan satu atau dua sumber lainnya.

Akhirnya fikiran semacam itu melahirkan gagasan-gagasan umum yang kemudian menjadi lazim dan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat. Intinya mereka mempercayai karena mereka tidak pernah menemukan dan memang mereka tidak pernah berusaha untuk menemukannya. Contoh sederhananya ialah seperti ini: Sudah menjadi kelaziman dalam masyarakat di negara ini apabila terjadi suatu tindaka terorisme seperti pengeboman pada tempat-tempat umum maka tuduhan akan segera mengarah kepada Kaum Radikalis yang cirikhas mereka ialah berjenggot, bergamis, dan memperjuangkan tegaknya Syari’at Islam di negara ini. Hal ini diberitakan dengan luas oleh media, hampir setiap media, apakah itu televisi, radio, koran, maupun internet menyuarakan hal serupa. Dan masyarakat awam pada umumnya percaya, percaya begitu saja atas informasi yang disampaikan. Walaupun mereka mengetahui dengan pasti ajaran agama mereka bahwa suatu tindakan semacam itu juga dilarang oleh agama mereka, namun mereka tetap percaya. Fikiran mereka telah teralihkan, sudah tidak merdeka lagi, telah dijajah oleh orang(kelompok orang) yang menguasai media.

Lalu bagaimana dengan cara berfikir ilmiah, duhai engku? Tatkala masih kuliah dahulu, salah seorang dosen kami pernah berujar “Tahukah engku, bagaimana ilmu itu dapat wujud sampai dihadapan kita..?”

Rabu, 11 April 2012

Menghitung bilangan hari


Bulan 14


Seorang kawan berkisah pada ku, kisah yang diceritakannya kepada ku ialah perkara “Bulan 14”. Ketika ku tanya “Apa maksud engku dengan Bulan 14?”
Diapun menjawab “Maksud ku ialah bulan pernama, bulan penuh. Bukankah bulan penuh itu ialah setiap tanggal 14 atau pertengahan bulan.”


Lalu akupun bertanya padanya perihal maksudnya dengan “Bulan 14”. Diapun menjelaskan bahwa dia baru tersadar perihal “Bulan 14” ini ketika sedang mencuri-curi untuk merokok di luar rumahnya, “Takut ketahuan oleh isteri..?” canda ku.

Dia hanya diam acuh tak menanggapi. Dia lebih tertarik menceritakan perihal Bulan 14 dibandingkan kebiasaannya yang mencuri-curi untuk merokok. Pada malam hari Kamis tangal 5 April kemarin merupakan bulan penuh. Kawan ku inipun terkejut, soalnya sekarangkan baru tanggal 05 April, bukan pada pertengahan bulan. Lama dia termenung, apa gerangan yang salah? Dia yang salah melihat tanggalkah? Tidak, dia yakin kalau Kamis malam kemarin merupakan tanggal 05 April. Atau tukang kalender yang salah mencetak kalender? Dia fikir perkara tersebutpun tak mungkin sebab esoknya orang kantor cuti bersama.

Lama juga kawan ku ini berfikir dan akhirnya dia teringat akan sistem penanggalan orang Yunani dan perbedaannya dengan sistim penanggalan umat muslim. Ya.. kalender yang secara resmi kita pakai saat ini bernama Kalender Gregorian. Tahukah kawan kenapa kalender ini bernama Kalender Gregorian? Cobalah kawan kunjungi blog ini: minangcabo.blogspot.com, Insya Allah pertanyaan kawan akan terjawab. Kalender Gregorian ini mendasari penghitungan bilangan hari, bulan, dan tahun berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

Sedangkan kita umat muslim yang bengak ini sebenarnya menggunakan penanggalan Hijriyah yang mendasari penghitungan bilangan hari, bulan, dan tahun pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Tentu saja hal ini menyebabkan jatuhnya tanggal pada masing-masing penanggalan berbeda pula. Sayang sekali tidak banyak muslim yang tahu pabila ditanya “Tanggal berapakah sekarang menurut penanggalan Hijriyah?”.

Nah, kawan ku pun teringat akan hal itu “Jangan-jangan yang dimaksudkan dengan tangan 14 setiap bulannya ialah tanggal 14 setiap bulan pada penanggalan Hijriyah..”. Kawan ku pun segera bertanya kepada Sang Isteri Tercinta “Dinda, tahukah dinda sekarang tanggal berapa menurut penanggalan Hijriyah?” tanyanya penuh semangat..

“Astagfirullah tuan, tuan masih merokok? Bukankah tuan sudah janji untuk berhenti merokok! Tuan tahukan seberapa besar petaka yang didatangkan kepada diri tuan dan keluarga kita jika tuan masih tetap saja terpikat dengan daun tembakau itu?” seru isterinya.

Minggu, 25 Maret 2012

Hidup dg Syari'at


Bijaklah dalam Kehidupan

Sabar, satu kata ini sangat susah sekali untuk mengamalkannya dengan sepenuh hati. Bohong pabila tuan kata “mudah” sebab pada masa sekarang kesabaran merupakan barang langka. Tuan tengoklah di televisi ataupun koran, sangat mudah sekali orang saling pukul hanya karena perkara sepele, seperti tersenggol di jalan raya misalnya. Ataupun secara tidak sengaja terinjak kakinya oleh oranglain, atau karena tersenggol oleh orang ketika berjalan, dan lain sebagainya.
Sebagian besar dari manusia zaman sekarang tenggelam dalam perlombaan, persaingan, dan kecemburuan. Sangat susah sekali mencari orang-orang yang ikhlas berhati bersih dan suci. Semua hendak menohok yang lain, menyerang dan menjatuhkan, sudah merupakan kelaziman pada manusia zaman sekarang.
Kebanyakan orang yang berusaha untuk mengamalkan sifat sabar akan dicemooh, dianggap bodoh atau pandir karena di zaman sekarang sudah tak patut bersikap sabar lagi. “biasa itu..” kata mereka. Maksud mereka ialah biasa pada zaman sekarang bersikap egois, sombong, dan sama sekali tidak pandai menimbang raso dalam pergaulan.
Berkali-kali keluar di mulut sebagian orang yang telah kehabisan akal menghadapi manusia-manusia semacam ini “zaman sekarang memanglah sudah gila, manusia-manusia sudah kehilangan kemanusiaan mereka. Lebih serupa binatang yang menganut hukum siapa yang kuat dialah yang menang”
Namun aku terkenang akan perkataan dari Saidina Ali bin Abi Thalib, begini kata beliau “Janganlah tuan cemoohkan zaman, sebab pabila zaman dapat berkata-kata niscaya manusialah yang akan dicemoohnya.”

Kamis, 26 Januari 2012

Press TV in UK


Press TV
Media Internasional yang Beranin Melawan Arus




Press TV merupakan saluran berita berbahasa Inggris milik Iran. Stasiun TV ini mengudara di dua tempat, yakni Tehran di Iran dan London di Inggris. Sejak awal mula berdiri, stasiun TV ini menjadi oposisi bagi saluran berita lainnya di dunia.

Telah lama Barat memonopoli saluran pemberitaan di dunia ini. Motor utamanya tentunya CNN serta beberapa saluran berita lain kepunyaan Barat. Apakah itu Amerika ataupun Eropa, semua menyuarakan hal yang sama yakni kebebasan, demokrasi, HAM, teroris, dan lain sebagainya. Semuanya disajikan dari satu sudut pandang, satu perspketif. BARAT

Press TV hadir untuk mengimbangi segala bentuk pemberitaan atau propaganda dari Barat tersebut. Menyajikan berita dari perspketif yang berbeda, membuat beragam program yang menyoroti fenomena politik dunia dari arah yang berbeda pula. Membuat filem dokumenter mengenai suatu peristiwa ataupun fenomena yang luput atau sengaja tidak diperhatikan oleh media Barat.

Minggu, 15 Januari 2012

Tatkala yang Buruk Dipandang Baik


Penghinaan terhadap Rasulullah




Pernah terjadi suatu peristiwa di masa Abu Bakar Ash Siddik menjadi Khalifah. Dimana salah seorang komandan pasukan umat muslim memasuki suatu negeri. Dimasa kehidupan rasulullah negeri tersebut telah memeluk agama Islam, namun semenjak kepergian beliau beberapa orang dari pemuka dan rakyat di negeri tersebut murtad. Pada suatu ketika, mereka didapati sedang berkumpul dalam sebuah pesta dimana salah seorang perempuan bernyanyi sambil menghina almarhum rasulullah sedangkan yang lain mengelilinginya sambil bernari bersuka ria. Muhajjir bin Umayyah yang menjadi gubernur daerah tersebut menangkapi dan kemudian memotong tangan dan mencabut gigi seri perempuan penyanyi tersebut. Dan perempuan lain yang ikut bernyanyi bersamanya sambil menghina umat Islam mendapat perlakuan serupa.

Peristiwa ini sampai ke hadapan Khalifah, kemudian beliau menulis surat kepada sang gubernur. Isi suratnya ialah antara lain:

Telah sampai kepada ku berita tentang apa yangtelah  engkau perbuat terhadap perempuan yang telah bernyanyi dan memaki Rasulullah. Seandainya engkau belum terlanjur, aku akan menyuruh engkau membunuhnya. Ketahuilah, bahwasanya hukuman bagi Penghina Rasulullah tidaklah sama dengan hukuman  untuk perkara yang lainnya. Siapa yang melakukan hal itu, apakah dia muslim, murtad, ataupun dzimmi (non muslim yang tinggal di negara Islam) maka dia merupakan seorang musuh yang melanggar. Adapun bagi perempuan yang bernyanyi menghina umat Islam, apabila dia mengaku beragama Islam, maka didiklah ia serta hukumlah, tanpa merusak anggota badannya. Jika dia seorang dzimmi maka demi umurku, pengampunan ku atasnya lebih besar dari kesyirikan. Seandainya aku menyuruh kepada mu untuk menghukumnya, niscaya engkau akan dibenci. Jadi terimalah tuntutan. Hindarilah perbuatan merusak tubuh orang (mutslah) karena itu dosa dan membuat orang tidak suka, kecuali dalam qishash.

Minggu, 27 November 2011

Sejarah 1 Muharam


Satu Muharam
Sisi lain Sejarah Satu Muharam



Seiring dengan masuknya waktu magrib pada hari Sabtu tanggal 30 Zulhijjah 1432 H yang bertepatan dengan 26 November 2011 maka resmilah umat muslim memasuki bulan Muharram 1433 H. Tentunya ada yang heran kenapa bukan pada pukul 12 tengah malam seperti layaknya tahun baru masehi. Memang, dalam metode penghitungan penanggalan Muslim, berakhirnya suatu bulan akan ditandai dengan nampaknya hilal di langit senja. Metode yang mana dilakukan oleh MUI ketika hendak menentukan awal dan akhir Ramadhan. Sebenarnya hal tersebut tidak berlaku hanya pada penentuan bulan Ramadhan saja, melainkan pada setiap bulan pada kalender Islam.

Sumber foto: Internet 

Entah telah berapa Muharram yang kita lewati. Kita selalu merayakannya, ceramah-ceramah di masjid-masjid ataupun pidato dari pejabat resmi pemerintah selalu menyinggung tentang Hijrahnya nabi kita dari kampungnya Mekkah ke Madinah al Mukarramah. Penyebabnya ialah kekejaman kaum kafir Quraisy, berbagai tekanan yang dihadapi oleh umat muslim ketika itu, dan lain sebagainya. Atau tentang makna hijrah itu sendiri, yang tidak selalu makna hijrah secara fisik akan tetapi juga bathin. Dari pribadi yang kurang religius menjadi pribadi yang religius, begitulah kira-kira.

Namun pernahkah kita diberitahu, kenapa tanggal satu Muharram dijadikan sebagai awal tahun Islam, kenapa kiranya hingga Hijrahnya nabi dijadikan patokan sebagai permulaan abad Islam, dan sejak kapan penanggalan hijriyah ini mulai dikenal, apakah semenjak zaman nabi atau sudah ada semenjak sebelum kenabian beliau?

Selasa, 08 November 2011

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh


Beretikalah di dalam Masjid..

Suatu peristiwa yang aneh, kalau tidak boleh jika disebut mengesalkan terjadi suatu ketika pada saat menunaikan Shalat Zuhur di surau. Ketika sedang asyiknya menunaikan ibadah shalat tiba-tiba terdengar bunyi telpon genggam. Walau imam tak bosan-bosannya memberi himbauan kepada para jamaah untuk mematikan (off) seluruh alat komunikasi milik mereka ketika berada dalam masjid, namun terkadang masih tetap ada saja yang lupa mematikannya.
Rupanya tidak untuk saat ini, karena jamaah yang bersangkutan sepertinya sengaja membiarkan telpon genggamnya tetap menyala selama dia berada di dalam masjid. Awalnya para jamaah mengira, dia akan mematikan atau setidaknya membiarkan sampai telponnya tersebut berhenti berdering. Rupanya tidak, dia berhenti shalat dan menjawab panggilan tersebut.
Alangkah herannya karena yang bersangkutan tidak pergi ke luar untuk menjawab panggilan telponnya melainkan tetap berada di dalam masjid hanya saja dia pergi agak ke belakang arah yang lebih dekat ke jamaah perempuan. Tentunya suaranya masih terdengar oleh jamaah lain yang sedang menunaikan ibadah Shalat Zuhur. Ketika shalat, biasanya surau atau masjid berada dalam keadaan sunyi, tentunya suara yang dibuat sekecil apapun akan terdengar oleh para jamaah. Setelah menyelesaikan percakapannya, orang yang bersangkutan tanpa ada rasa bersalah atau segan, kembali shalat. Sebelumnya dia sudah masbuq, dan sekarang tentunya dia sudah tertinggal lebih banyak raka’at shalat.

Senin, 12 September 2011

Nasehat dari Sang Panglima


Wasiat Sulthan Muhammad Al-Fatih Kepada Anaknya. 



Seketika, saya terharu membaca beberapa helaian yang mencatat isi sebahagian wasiat dan nasihat Sulthan Muhammad Al-Fatih kepada anaknya ketika beliau di ambang kematian. Terasa seolah-olah Al-Fatih sedang berbicara di hadapan saya.Cukup menyentuh, memberi kesan serta muhasabah buat mereka yang bergelar pimpinan.


Beliau Berkata:



-Jadilah seorang yang adil, shaleh, dan penyayang.



-Pemudahkan (jangan menyusahkan) atas pemeliharaanmu (terhadap sesuatu urusan) tanpa ada diskriminasi.



-Beramallah untuk menyebarkan agama Islam, kerana itu adalah kewajiban pemimpin di atas muka bumi.



-Utamakan perkara-perkara agama di atas segala sesuatu, dan jangan kamu hilangkan ketabahan ( untuk melaksanakannya ).


Kamis, 04 Agustus 2011

Wasiat Nabi SAW


Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Dalam sebuah kesempatan sahabat Abu Dzar a-Ghifffari r.a pernah bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w. Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, "Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena ia adalah pokok segala urusan." "Ya Rasulullah, tambahkanlah." pintaku.
"Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit."
"Ya Rasulullah, tambahkanlah." kataku.
"Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah."
"Lagi ya Rasulullah."
"Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku."
"Lagi ya Rasulullah."
"Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka."
"Tambahilah lagi."
"Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya."
"Tambahlah lagi untukku."
"Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui)."

Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,"Wahai Abu Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang yang baik akhlaqnya."
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam. 

Rabu, 03 Agustus 2011

Millatfacebook


Pernakah kalian mendengar nama Millatfacebook kawan? Aku yakin sebagian dari kalian tentunya pernah mendengar mengenai situs jejaring sosial yang dibuat oleh enam orang pemuda asal Lahore Pakistan. Situs ini merupakan situs jejaring sosial mirip facebook, kalau boleh aku memberikan pendapat aku lebih suka mengatakan kalau kedua situs ini serupa tapi tak sama.

   Semua ini bermula kurang lebih setahun yang lalu, ketika Facebook dengan pongahnya hendak mengadakan perlombaan membuat gambar Nabi Muhammad SAW (Grup: Everyone Draw Mohammed Day). Tentunya hal ini membuat kalangan umat Islam menjadi tersinggung, khusus di Pakistan, Facebook diblokir oleh pemerintah setempat. Hal ini rupanya memancing kreativitas kalangan pemuda di sana. Enam orang pemuda asal kota Lahore di Pakistan memutuskan membentuk perusahaan IT pada 30 Mei 2010 dengan nama Millatfacebook.
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Pertikaian beragam kekuatan


Perang yang Tak Kunjung Usai
  
Huru-hara yang terjadi di Suriah belum juga usai, hampir setiap hari terdengar kabar pembunuhan, penyerangan, ataupun penghancuran. Entah itu yang dilakukan oleh fihak Pemerintah Bashar al Asad ataupun yang dilakukan oleh fihak pemberontak. Sesungguhnya huru-hara yang terjadi dalam negeri Suriah ini bukanlah hanya pertikain antara rakyat melawan pemimpin di negara mereka melainkan peperangan antara beberapa kekuatan yang hendak berebut pengaruh di Timur Tengah. Kasihan rakyat Suriah, mereka terperangkap dalam perang diantara dua kekuatan yang sedang berebut kuasa. Banyak yang memutuskan meninggalkan rumah tempat tinggal mereka, pindah ke tempat yang mereka kira akan lebih aman.
Salah satu kawasan yang menjadi tujuan untuk mencari keselamatan oleh rakyat Suriah ialah sebuah propinsi terletak dalam Negara Turki, tepatnya di bagian selatan dari negara tersebut. Hatay nama propinsi tersebut dengan penduduknya kebanyakan berbahasa Arab. Sebab sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang Arab dan secara budaya mereka juga Arab. Sedangkan Turki merupakan negara yang beretnis Mongol dan telah mengalami percampuran dengan kawasan disekitarnya terutama Eropa.
Sudah lama Suriah menyangka bahwa para pemberontak menjadikan kawasan selatan Turki sebagai tempat berlindung mereka. Karena banyak dari serangan, apakah itu serangan roket maupun kelompok bersenjata berasal dari selatan Turki. Akhirnya Suriah kesal dan melancarkan serangan ke selatan Turki, namun apa hendak dikata, serangan Suriah tidak tepat sasaran sebab menewaskan lima orang penduduk sipil Turki.
Serangan ini membut Turki marah, maka terjadilah serangan balasan ke Suriah. Parlemen Turki telah memberikan izin bagi angkatan bersenjata Turki untuk melakukan tindakan militer yang lebih masif terhada Suriah. Berikutnya terjadi beberapa insiden yang masih berbau konflik, seperti penangkapan pesawat sipil Suriah oleh Turki dan sebaliknya. Yang terakhir di dengar ialah diberlakukannya kawasan larangan terbang di wilayah selatan oleh Turki terhadap pesawat-pesawat sipil Suriah.

Kamis, 20 September 2012

Fitnah, Tipu Muslihat, & Propaganda


Terror



WTC sebelum dihancurkan
Sebelas September atau lebih dikenal sebagai September Eleven di Amerika merupakan tanggal keramat yang diambil dari peristiwa serangan terhadap Menara Kembar atau lebih dikenal dengan Gedung WTC. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2011, sebelas tahun silam. Piristiwa inilah yang dijadikan alasan oleh Amerika dan sekutunya untuk menyerang Afganistan dan kemudian Irak.


Pepatah yang mengatakan sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya akan berbau juga tampaknya tepat. Walau kebanyakan media Amerika menyokong teori pemerintah perihal September Eleven, namun berbagai keanehan yang terjadi tidak dapat ditutupi oleh pemerintah dan media Amerika. Walau kebanyakan rakyat Amerika masih mempercayai teori pemerintah mereka, namun tak sedikit yang meragukan.

Sudah banyak situs yang membahas perihal kebohonngan Amerika dalam tragedi ini. Sebut saja yang mencolok ialah gedung yang ditabrak pesawat, seharusnya bagian atasnya yang hancur, akan tetapi kenyataannya seluruh gedung hancur. Lelehan baja yang masih panas dan meleleh hingga beberapa pekan selepas kejadian ini juga mencurigakan. Tidak mungkin hal ini semua disebabkan oleh bahan bakar pesawat.

Kesaksian orang-orang di dalam gedung yang berhasil selamat juga menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali ledakan keras di lantai bawah tanah sebelum benda yang diduga pesawat menghantam bagian atas gedung. Cutinya beberapa pegawai Yahudi pada peristiwa ini juga sangat menganehkan.


Masih banyak lagi keganjilan yang ditemui pada peristiwa ini, seperti potongan baja yang seperti sengaja dipotong miring 45 derajat. Runtuhnya gedung yang mirip dengan yang terlihat pada beberapa aca televisi yang memperlihatkan sebuah gedung tua dihancurkan dengan bom. Dan lain sebagainya.

Rabu, 19 September 2012

Indonesia & Kemerdekaan Malaysia


Karena Komunis

Kami pernah bersua dengan sebuah keluarga dari keturunan orang tujuh jenjang[1] di kampungnya. Dengan pongahnya dia berujar “Saya ini keturunan orang asli, datuk saya merupakan pemimpin dari sekalian datuk di negeri ini. Sebab kami “urang asa”[2]. Berbeda dengan keluarga itu yang baru semenjak neneknya datang ke negeri ini. Mereka itu merupakan “kamanakan di bawah lutuik”[3], lebih rendah derajatnya dari kami..”

Sedangkan keluarga yang dimaksud mengetahui perihal ciloteh tersebut. Mereka hanya diam tak menanggapi, tetap hidup tenang, berusaha, menyekolahkan anak-anak, dan berikhtiar merubah nasib. Akhirnya anak-anaknya berjaya karena dididik dengan baik. Kehidupan keluarga terangkat, dan mereka dihormati di kampung.

Kehidupan keluarga ini sangat berbeda dengan keluarga bangsawan tadi yang orangtuanya keras, suka mengatur, pendidikan anak-anak mereka tidak diperhatikan. Kalaupun ada yang sudah menikah, kehiduapn perkawinan anak-anaknya dicampuri. Anaknya menjadi petani, atau berkuli kepada orang lain. Harta pusako dijual ataupun tergadai. Hidup miskin melarat, rumah buruk tak dapat diperbaiki sebab tak ada uang. Kerja mereka hanya mengubar cerita perihal darah bangsawan keluarga mereka..

Suasana di Stadium Merdeka
Tanggal 31 Agustus kemarin, saudara-saudara kita Bangsa Melayu di Malaysia merayakan hari kemerdekaannya dari Inggris. Tepatnya Malaysia merdeka pada pukul 9.30 (waktu Malaysia) tanggal 31 Agustus tahun 1957, sebelas tahun setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya atau  tiga tahun satu bulan setelah Indonesia mendapat pengakuan merdeka dari Belanda. Pada tahun 1957 tersebut kemerdekaan Malaysia hanya sebatas Tanah Semenanjung saja, sebab Sabah dan Serawak masih dalam kekuasaan Inggris. Baru pada tahun 1963 kedua daerah dibagian utara Pulau Kalimantan tersebut bersatu membentuk wilayah persekutuan dengan Tanah Semenanjung. Sebenarnya Bruneipun hendak masuk ke dalam wilayah persekutuan namun karena tidak bersesuaian dengan syarat dan posisi raja serta potensi ekonomi yang cukup besar di Kesulthanan Brunei, penyatuan itu urung dilaksanakan.

Sejarah kemerdekaan Malaysia tidak seperti sejarah kemerdekaan Indonesia yang melewati jalan peperangan. Serah terima pengakuan kemerdekaan Malaysia dilakukan di sebuah stadion yang bernama “Stadium Merdeka”. Tengku Abdul Rahman merupakan tokoh yang sangat berperan dalam kemerdekaan Malaysia sebab beliaulah yang menerima pengakuan dari Duke of Gloucester, wakil Inggris untuk mengurusi Tanah Melayu. Setelah menerima pengakuan dari pemimpin tertinggi Inggris di Tanah Melayu tersebut, Tengku Abdul Rahman mengeluarkan maklumat (Proklamasi) kemerdekaan Malaysia yang bunyinya kira-kira “Dengan nama Allah, Persekutuan Tanah Melayu untuk selamanya sebuah negara yang demokratik dan Merdeka”. Setelah maklumat tersebut sekalian orang-orang yang datang meneriakkan kata-kata “Merdeka”. Selepas itu dikumandangkanlah suara Adzan..

Selasa, 14 Agustus 2012

Kisah Rohingya


Rohingnya



Muslim Rohingya Myanmar dalam sebuah bot menyeberangi sungai Naf. Dari Myanmar menuju Bangladesh, di Teknaf pada tanggal 11 Juni 2012.
Sumber: Reuters/Stringer
Pernahkah tuan mendengar nama tersebut sebelumnya? Nama yang aneh, entah nama dari bahasa apakah itu. Namun yang pasti sekarang orang-orang yang terkait dengan nama itu tengah dibantai.
Nama ini memang jarang disebut, merupakan nama untuk sebuah suku, dimana suku ini dikenal sebagai suku penganut agama Islam. Suku ini terletak di Myanmar, sebuah negara yang selama ini dikenal tertutup, dikuasai militer, otoriter, serta anti demokrasi. Negara ini juga dikenal dengan kegigihan tokoh politik perempuannya yang bernama Aung San Suu Kyi. Beliau merupakan tokoh demokrasi yang pernah mendapat nobel perdamaian dari PBB.

Pada saat sekarang keadaan perpolitikan di negara tersebut mulai membaik, karena penguasa militer telah berkenan untuk mempelonggar kekakuan yang selama ini menguasai negara tersebut. Amerika dan kawan-kawannyapun menyambut baik gerakan ke arah perubahan yang dilakukan oleh penguasa militer.
Peta jalur pengungsian Muslim Rohingya
Akhirnya Amerikapun kembali mengutus duta besarnya ke Myanmar. Mereka kembali rujuk setelah sekian lama bercerai. Aung San Suu Kyi kembali mendapat kebebasan, bertandang ke negara-negara barat dan mendapat berbagai sambutan yang hangat. Hal ini karena Suu Kyi merupakan tokoh politik yang mendahulukan cara-cara damai dalam perjuangan dirinya.

Sabtu, 14 Juli 2012


Fanatisme

Fanatik, telah menjadi satu kata yang sangat bertuah di Indonesia. Bertuah bagi yang menjatuhkannya (memfonis) namun malapetaka bagi yang menerima. Dengan kesungguhan yang tiada henti, pemerintah dan media di Indonesia telah berhasil membuat pandangan (image/imej) bahwa sikap fanatik tersebut ialah identik dengan Islam. Setiap orang Islam yang berkeinginan hendak menegakkan Syari’at Islam di Indonesia maka ia merupakan seorang fanatik.


Namun engku-engku sekalian, tahukah engku arti dan makna dari kata fanatik tersebut? Benarkah sikap fanatik itu ialah orang-orang Islam yang berkeinginan untuk menegakkan hukum “Syari’at di Indonesia”?
Susah juga rupanya engku, yang banyak terdapat di internet hanyalah berbagai artikel mengenai fanatik. Sedangkan pengertian perihal apa itu fanatik sebenarnya sangatlah susah didapat. Kalau dalam sisi bahasa, fanatik berarti: teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap suatu ajaran (politik, agama, budaya, dan lain sebagainya).

Namun dapat jua oleh kami pengertian fanatik yang kami cari. Beginilah kira-kira makna dari fanatik itu engku. Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu. Apakah itu merupakan pandangan yang baik (positif) ataupun yang buruk (negatif). Pandangan tersebut tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. (A Favourable or unfavourable belief or judjment, made without adequate evidence and not easily alterable by the presentation of contrary evidence).

Jadi engku, sikap fanatik itu dapat menerpa siapa saja, apapun agamanya, pandangan politik, maupun latar belakang keluarga maupun budaya. sesungguhnya sikap fanatik ada pada setiap agama, budaya, politik, maupun paham-paham lainnya. Namun kenapa hanya Islam yang menjadi sorotan. Kenapa engku? Cobalah engku fikirkan? Tidak anehkah engku?

Coba kita tengok pada kehidupan bernegara. Sering kali pecah pertikaian antara pendukung tim sepak bola di Indonesia. bahkan tak jarang ada yang berujung pada kematian. Pernahkah hal semcam itu dilarang engku? Bukankah hal semacam itu dapat kita golongkan kepada fanatik, fanatik kepada tim sepakbola?

Lalu bagaimana pula dengan sekelompok orang yang memutuskan batanggang sampai pagi hanya untuk menonton pertandingan sepakbola dari tim kesayangannya di Benua Eropa Sana.. pada hal esok hari mereka harus bekerja,..bukankah hal semacam itu dapat pula kita golongkan pada sikap fanatik engku?

Ah..janganlah engku marah pula, kami paham, engkupun sangat gemar sekali menonton bola. Itukan hanya contoh, kami tidak membahas perkara benar ataupun salah..

Itulah yang terjadi di negara kita pada saat sekarang duhai engku, sikap fanatik hampir dimiliki setiap orang. Masyarakat kitapun berkat pemberitaan dari media dengan mudahnya menjatuhkan cap fanatik kepada seseorang ataupun kelompok orang hanya dengan melihat pakaian yang dipakainya. Pada hal mereka sebenarnya tidak kenal atau paham mengenai ajaran yang dianut oleh orang-orang tersebut. Hanya berbekal informasi yang sedikit dari media yang mereka peroleh maka dengan mudahnya mereka menjatuhkan cap fanatik.

Selasa, 12 Juni 2012

Mendidik Anak


Masjid, kanak-kanak, & Jum’at

Pernah suatu ketika pada masa yang telah lalu kami mendengar ada orang berkata “Sesungguhnya menjadi orang tua itu tidaklah mudah..” dalam hati kami mengamini perkataan orang tersebut. Sebab walaupun belum pernah menjadi orang tua, kami sendiri menyaksikan dan dapat pula merasakan bahwa sangatlah berat beban yang harus ditanggung oleh para orang tua. Membiayai segala  kebutuhan, mulai dari makan, pakaian, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Namun yang terberat dari itu semua ialah mendidik anak. Kami hanya sekedar tahu dan bersimpati, namun belum dapat merasakannya sebab kami belumlah menikah.


Namun perlahan-lahan tabir itu mulai tersingkap tatkala kami diminta oleh seorang kawan untuk membawa serta anak lelakinya yang beru berumur sekitar lima tahun untuk ikut Shalat Jum’at. Itulah pengalaman pertama kami dalam membawa seorang kanak-kanak ke masjid. Sungguh suatu perkara yang tidaklah mudah.

Adalah sudah menjadi tabi’at dari anak-anak yang tidak mudah diam. Mereka selalu lasak dan nyinyir. Tidak dapat tenang pabila disuruh berdiam untuk duduk, ataupun tak dapat diam pabila disuruh berhenti bercakap-cakap. Mereka sangat mudah sekali untuk bosan kemudian merengek.

Maka taklah mengherankan pabila dalam masjid mereka suka membuat ulah, berjalan ataupun berlari diantara shaf sehingga membuat para jama’ah tidak tenang. Merengek-rengek kepada orang tua mereka. Ataupun bergelut bercanda-ria dengan anak-anak seumur mereka. Perkara itu memang perkara wajar bagi anak-anak, akan tetapi bukan berarti mereka harus dibiarkan saja. Disinilah pendidikan itu dimulai, bukan begitu engku.

Kalaupun engku tak sanggup untuk mendidik mereka maka janganlah engku bikin anak. Maaf engku, maksud kami janganlah engku bawa mereka ke masjid. Sebab hal itu dapat mengganggu orang lain dalam beribadah. Sebab pabila seorang anak lasak di dalam masjid maka orang tuanya jugalah yang akan disalahkan orang.

Tetapi syukur engku, anak dari kawan ini tidaklah selasak yang kami kira. Dia cukup dapat disuruh diam, sebab anaknya memang agak penurut sedikit. Walau beberapa kali larangan kami dikerjakannya kembali, namun syukur tidak sampai mengganggu para jama’ah yang sedang menunaikan ibadah. Tak lama kiranya setelah duduk selepas melaksanakan Shalat Tahyatul Masjid, dia bernyanyi-nyanyi kecil mengusir kebosanan. Kami suruh diam dan diapun tersenyum dan diam. Beberapa saat kemudian, diulanginya kembali kelakuannya tersebut. Kamipun kembali menyuruh diam, dan diapun diam dan tersenyum kembali kepada kami. Hal yang sama berlaku kembali beberapa saat kemudian engku.

Minggu, 10 Juni 2012

Jihad & Pedang


JIHAD
Apabila kamu menemui suatu kemungkaran, maka cegahlah ia dengan kekuatan, kalau tak dapat, cegahlah dengan lisan, dan pabila engkau tak juga mampu melakukannya, maka cegahlah ia dengan hati. Sesungguhnya itu ialah selemah-lemah  iman.


Islam di sebarkan dengan perantaraan kalam bukan pedang. Begitulah kira-kira makna dari bunyi petikan untaian kalimat pada halaman awal salah satu novel yang dibuat oleh anak salah seorang pemimpin politik di Indonesia. Kami terkejut membacanya, apalagi yang menulis ialah anak dari tidak hanya tokoh politik melainkan juga tokoh cendikiawan muslim di Indonesia. Namun kami tak begitu heran tatkala merenungkan kembali perkara ini. kalau kami tak salah ingat, sang anak ini dahulunya bersekolah di Singapura dan dengan kedua orangtuanya terbiasa bercakap bahasa Inggris. Terlalu dangkal memang pabila hal ini kami jadikan bahan pertimbangan. Namun selain yang dua tersebut kami juga masih memiliki pertimbangan lain. Yakni sosok sang ayah yang menuntut Ilmu Politik di Amerika, serta keengganan ayahnya mengubah haluan partai yang didirikan dan dipimpinnya kala itu menjadi berasaskan Islam.

Kami memperbincangkan dengan kawan di kantor kami mengenai pernyataan tersebut. Kawan kami yang kami kira kuat pendiriannya perihal syari’at ini ternyata membenarkan pendapat tersebut. Alangkah terkejutnya kami sebab hal tersebut diluar perkiraan kami. Tapi kemudian kami mencoba memahami, memang beginilah keadaan umat Islam sekarang buta dengan agamanya sendiri. Amatlah sangat banyak umat muslim di INDonesia yang tak memahami agamanya dengan benar. Sangat sedikit yang memahami hukum fiqih, sehingga banyak terjadi kesalahan dalam beramal.

Sabtu, 09 Juni 2012

Kritislah Terhadap Media


Melawan Arus

Melawan arus atau berfikir melawan arus, apa yang engku tangkap dari perkataan ini? Bukan engku, sekali bukan. Kami paham maksud engku, pastinya pola berfikir seperti yang dipertontonkan oleh ­agen-agen zionis di negara kita bukan? Para SEPILIS yang berusaha menghancurkan akidah dan keyakinan umat beragama di negara ini. Berfikir bebas, menghujat agama dan keyakinan, mendobrak tradisi, mengerjakan yang terpantangkan selama ini di tengah-tengah masyrakat kita.


Bukan engku, sekali lagi bukan. Yang kami maksudkan dengan berfikir melawan arus ialah suatu pola berfikir yang bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh banyak orang (masyarakat awam). Tahukak engku, para ilmuwan telah mengelompokkan cara berfikir manusia kepada dua kelompok yakni cara berfikir awam (commonsense) dan ilmiah (scientific). Sebenarnya ada satu lagi yakni cara berfikir filosofis yang merupakan cara berfikir paling hebat. Namun sayangnya kami belum dapat memahaminya dengan baik. Oleh karena itu kita hanya akan membahas kedua cara berfikir yang tersebut di atas.

Cara berfikir awam atau bahasa kerennya ialah commonsense, merupakan cara berfikir masyarakat kebanyakan. Maksudnya ialah suatu cara berfikir yang tidak mendasari pendapat ataupun kesimpulan yang didapat pada penyidikan atas suatu kejadian (fenomena) yang disaksikan. Orang-orang yang berfikir semacam ini selalu mengambil suatu kesimpulan tanpa perenungan ataupun penyidikan mendalam atas fenomena ataupun permasalahan yang mereka hadapi. Mereka mempercayai begitu saja atas suatu informasi yang mereka dapat, kalaupun dilakukan penyidikan maka hanya sebatas membandingkan dengan satu atau dua sumber lainnya.

Akhirnya fikiran semacam itu melahirkan gagasan-gagasan umum yang kemudian menjadi lazim dan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat. Intinya mereka mempercayai karena mereka tidak pernah menemukan dan memang mereka tidak pernah berusaha untuk menemukannya. Contoh sederhananya ialah seperti ini: Sudah menjadi kelaziman dalam masyarakat di negara ini apabila terjadi suatu tindaka terorisme seperti pengeboman pada tempat-tempat umum maka tuduhan akan segera mengarah kepada Kaum Radikalis yang cirikhas mereka ialah berjenggot, bergamis, dan memperjuangkan tegaknya Syari’at Islam di negara ini. Hal ini diberitakan dengan luas oleh media, hampir setiap media, apakah itu televisi, radio, koran, maupun internet menyuarakan hal serupa. Dan masyarakat awam pada umumnya percaya, percaya begitu saja atas informasi yang disampaikan. Walaupun mereka mengetahui dengan pasti ajaran agama mereka bahwa suatu tindakan semacam itu juga dilarang oleh agama mereka, namun mereka tetap percaya. Fikiran mereka telah teralihkan, sudah tidak merdeka lagi, telah dijajah oleh orang(kelompok orang) yang menguasai media.

Lalu bagaimana dengan cara berfikir ilmiah, duhai engku? Tatkala masih kuliah dahulu, salah seorang dosen kami pernah berujar “Tahukah engku, bagaimana ilmu itu dapat wujud sampai dihadapan kita..?”

Rabu, 11 April 2012

Menghitung bilangan hari


Bulan 14


Seorang kawan berkisah pada ku, kisah yang diceritakannya kepada ku ialah perkara “Bulan 14”. Ketika ku tanya “Apa maksud engku dengan Bulan 14?”
Diapun menjawab “Maksud ku ialah bulan pernama, bulan penuh. Bukankah bulan penuh itu ialah setiap tanggal 14 atau pertengahan bulan.”


Lalu akupun bertanya padanya perihal maksudnya dengan “Bulan 14”. Diapun menjelaskan bahwa dia baru tersadar perihal “Bulan 14” ini ketika sedang mencuri-curi untuk merokok di luar rumahnya, “Takut ketahuan oleh isteri..?” canda ku.

Dia hanya diam acuh tak menanggapi. Dia lebih tertarik menceritakan perihal Bulan 14 dibandingkan kebiasaannya yang mencuri-curi untuk merokok. Pada malam hari Kamis tangal 5 April kemarin merupakan bulan penuh. Kawan ku inipun terkejut, soalnya sekarangkan baru tanggal 05 April, bukan pada pertengahan bulan. Lama dia termenung, apa gerangan yang salah? Dia yang salah melihat tanggalkah? Tidak, dia yakin kalau Kamis malam kemarin merupakan tanggal 05 April. Atau tukang kalender yang salah mencetak kalender? Dia fikir perkara tersebutpun tak mungkin sebab esoknya orang kantor cuti bersama.

Lama juga kawan ku ini berfikir dan akhirnya dia teringat akan sistem penanggalan orang Yunani dan perbedaannya dengan sistim penanggalan umat muslim. Ya.. kalender yang secara resmi kita pakai saat ini bernama Kalender Gregorian. Tahukah kawan kenapa kalender ini bernama Kalender Gregorian? Cobalah kawan kunjungi blog ini: minangcabo.blogspot.com, Insya Allah pertanyaan kawan akan terjawab. Kalender Gregorian ini mendasari penghitungan bilangan hari, bulan, dan tahun berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

Sedangkan kita umat muslim yang bengak ini sebenarnya menggunakan penanggalan Hijriyah yang mendasari penghitungan bilangan hari, bulan, dan tahun pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Tentu saja hal ini menyebabkan jatuhnya tanggal pada masing-masing penanggalan berbeda pula. Sayang sekali tidak banyak muslim yang tahu pabila ditanya “Tanggal berapakah sekarang menurut penanggalan Hijriyah?”.

Nah, kawan ku pun teringat akan hal itu “Jangan-jangan yang dimaksudkan dengan tangan 14 setiap bulannya ialah tanggal 14 setiap bulan pada penanggalan Hijriyah..”. Kawan ku pun segera bertanya kepada Sang Isteri Tercinta “Dinda, tahukah dinda sekarang tanggal berapa menurut penanggalan Hijriyah?” tanyanya penuh semangat..

“Astagfirullah tuan, tuan masih merokok? Bukankah tuan sudah janji untuk berhenti merokok! Tuan tahukan seberapa besar petaka yang didatangkan kepada diri tuan dan keluarga kita jika tuan masih tetap saja terpikat dengan daun tembakau itu?” seru isterinya.

Minggu, 25 Maret 2012

Hidup dg Syari'at


Bijaklah dalam Kehidupan

Sabar, satu kata ini sangat susah sekali untuk mengamalkannya dengan sepenuh hati. Bohong pabila tuan kata “mudah” sebab pada masa sekarang kesabaran merupakan barang langka. Tuan tengoklah di televisi ataupun koran, sangat mudah sekali orang saling pukul hanya karena perkara sepele, seperti tersenggol di jalan raya misalnya. Ataupun secara tidak sengaja terinjak kakinya oleh oranglain, atau karena tersenggol oleh orang ketika berjalan, dan lain sebagainya.
Sebagian besar dari manusia zaman sekarang tenggelam dalam perlombaan, persaingan, dan kecemburuan. Sangat susah sekali mencari orang-orang yang ikhlas berhati bersih dan suci. Semua hendak menohok yang lain, menyerang dan menjatuhkan, sudah merupakan kelaziman pada manusia zaman sekarang.
Kebanyakan orang yang berusaha untuk mengamalkan sifat sabar akan dicemooh, dianggap bodoh atau pandir karena di zaman sekarang sudah tak patut bersikap sabar lagi. “biasa itu..” kata mereka. Maksud mereka ialah biasa pada zaman sekarang bersikap egois, sombong, dan sama sekali tidak pandai menimbang raso dalam pergaulan.
Berkali-kali keluar di mulut sebagian orang yang telah kehabisan akal menghadapi manusia-manusia semacam ini “zaman sekarang memanglah sudah gila, manusia-manusia sudah kehilangan kemanusiaan mereka. Lebih serupa binatang yang menganut hukum siapa yang kuat dialah yang menang”
Namun aku terkenang akan perkataan dari Saidina Ali bin Abi Thalib, begini kata beliau “Janganlah tuan cemoohkan zaman, sebab pabila zaman dapat berkata-kata niscaya manusialah yang akan dicemoohnya.”

Kamis, 26 Januari 2012

Press TV in UK


Press TV
Media Internasional yang Beranin Melawan Arus




Press TV merupakan saluran berita berbahasa Inggris milik Iran. Stasiun TV ini mengudara di dua tempat, yakni Tehran di Iran dan London di Inggris. Sejak awal mula berdiri, stasiun TV ini menjadi oposisi bagi saluran berita lainnya di dunia.

Telah lama Barat memonopoli saluran pemberitaan di dunia ini. Motor utamanya tentunya CNN serta beberapa saluran berita lain kepunyaan Barat. Apakah itu Amerika ataupun Eropa, semua menyuarakan hal yang sama yakni kebebasan, demokrasi, HAM, teroris, dan lain sebagainya. Semuanya disajikan dari satu sudut pandang, satu perspketif. BARAT

Press TV hadir untuk mengimbangi segala bentuk pemberitaan atau propaganda dari Barat tersebut. Menyajikan berita dari perspketif yang berbeda, membuat beragam program yang menyoroti fenomena politik dunia dari arah yang berbeda pula. Membuat filem dokumenter mengenai suatu peristiwa ataupun fenomena yang luput atau sengaja tidak diperhatikan oleh media Barat.

Minggu, 15 Januari 2012

Tatkala yang Buruk Dipandang Baik


Penghinaan terhadap Rasulullah




Pernah terjadi suatu peristiwa di masa Abu Bakar Ash Siddik menjadi Khalifah. Dimana salah seorang komandan pasukan umat muslim memasuki suatu negeri. Dimasa kehidupan rasulullah negeri tersebut telah memeluk agama Islam, namun semenjak kepergian beliau beberapa orang dari pemuka dan rakyat di negeri tersebut murtad. Pada suatu ketika, mereka didapati sedang berkumpul dalam sebuah pesta dimana salah seorang perempuan bernyanyi sambil menghina almarhum rasulullah sedangkan yang lain mengelilinginya sambil bernari bersuka ria. Muhajjir bin Umayyah yang menjadi gubernur daerah tersebut menangkapi dan kemudian memotong tangan dan mencabut gigi seri perempuan penyanyi tersebut. Dan perempuan lain yang ikut bernyanyi bersamanya sambil menghina umat Islam mendapat perlakuan serupa.

Peristiwa ini sampai ke hadapan Khalifah, kemudian beliau menulis surat kepada sang gubernur. Isi suratnya ialah antara lain:

Telah sampai kepada ku berita tentang apa yangtelah  engkau perbuat terhadap perempuan yang telah bernyanyi dan memaki Rasulullah. Seandainya engkau belum terlanjur, aku akan menyuruh engkau membunuhnya. Ketahuilah, bahwasanya hukuman bagi Penghina Rasulullah tidaklah sama dengan hukuman  untuk perkara yang lainnya. Siapa yang melakukan hal itu, apakah dia muslim, murtad, ataupun dzimmi (non muslim yang tinggal di negara Islam) maka dia merupakan seorang musuh yang melanggar. Adapun bagi perempuan yang bernyanyi menghina umat Islam, apabila dia mengaku beragama Islam, maka didiklah ia serta hukumlah, tanpa merusak anggota badannya. Jika dia seorang dzimmi maka demi umurku, pengampunan ku atasnya lebih besar dari kesyirikan. Seandainya aku menyuruh kepada mu untuk menghukumnya, niscaya engkau akan dibenci. Jadi terimalah tuntutan. Hindarilah perbuatan merusak tubuh orang (mutslah) karena itu dosa dan membuat orang tidak suka, kecuali dalam qishash.

Minggu, 27 November 2011

Sejarah 1 Muharam


Satu Muharam
Sisi lain Sejarah Satu Muharam



Seiring dengan masuknya waktu magrib pada hari Sabtu tanggal 30 Zulhijjah 1432 H yang bertepatan dengan 26 November 2011 maka resmilah umat muslim memasuki bulan Muharram 1433 H. Tentunya ada yang heran kenapa bukan pada pukul 12 tengah malam seperti layaknya tahun baru masehi. Memang, dalam metode penghitungan penanggalan Muslim, berakhirnya suatu bulan akan ditandai dengan nampaknya hilal di langit senja. Metode yang mana dilakukan oleh MUI ketika hendak menentukan awal dan akhir Ramadhan. Sebenarnya hal tersebut tidak berlaku hanya pada penentuan bulan Ramadhan saja, melainkan pada setiap bulan pada kalender Islam.

Sumber foto: Internet 

Entah telah berapa Muharram yang kita lewati. Kita selalu merayakannya, ceramah-ceramah di masjid-masjid ataupun pidato dari pejabat resmi pemerintah selalu menyinggung tentang Hijrahnya nabi kita dari kampungnya Mekkah ke Madinah al Mukarramah. Penyebabnya ialah kekejaman kaum kafir Quraisy, berbagai tekanan yang dihadapi oleh umat muslim ketika itu, dan lain sebagainya. Atau tentang makna hijrah itu sendiri, yang tidak selalu makna hijrah secara fisik akan tetapi juga bathin. Dari pribadi yang kurang religius menjadi pribadi yang religius, begitulah kira-kira.

Namun pernahkah kita diberitahu, kenapa tanggal satu Muharram dijadikan sebagai awal tahun Islam, kenapa kiranya hingga Hijrahnya nabi dijadikan patokan sebagai permulaan abad Islam, dan sejak kapan penanggalan hijriyah ini mulai dikenal, apakah semenjak zaman nabi atau sudah ada semenjak sebelum kenabian beliau?

Selasa, 08 November 2011

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh


Beretikalah di dalam Masjid..

Suatu peristiwa yang aneh, kalau tidak boleh jika disebut mengesalkan terjadi suatu ketika pada saat menunaikan Shalat Zuhur di surau. Ketika sedang asyiknya menunaikan ibadah shalat tiba-tiba terdengar bunyi telpon genggam. Walau imam tak bosan-bosannya memberi himbauan kepada para jamaah untuk mematikan (off) seluruh alat komunikasi milik mereka ketika berada dalam masjid, namun terkadang masih tetap ada saja yang lupa mematikannya.
Rupanya tidak untuk saat ini, karena jamaah yang bersangkutan sepertinya sengaja membiarkan telpon genggamnya tetap menyala selama dia berada di dalam masjid. Awalnya para jamaah mengira, dia akan mematikan atau setidaknya membiarkan sampai telponnya tersebut berhenti berdering. Rupanya tidak, dia berhenti shalat dan menjawab panggilan tersebut.
Alangkah herannya karena yang bersangkutan tidak pergi ke luar untuk menjawab panggilan telponnya melainkan tetap berada di dalam masjid hanya saja dia pergi agak ke belakang arah yang lebih dekat ke jamaah perempuan. Tentunya suaranya masih terdengar oleh jamaah lain yang sedang menunaikan ibadah Shalat Zuhur. Ketika shalat, biasanya surau atau masjid berada dalam keadaan sunyi, tentunya suara yang dibuat sekecil apapun akan terdengar oleh para jamaah. Setelah menyelesaikan percakapannya, orang yang bersangkutan tanpa ada rasa bersalah atau segan, kembali shalat. Sebelumnya dia sudah masbuq, dan sekarang tentunya dia sudah tertinggal lebih banyak raka’at shalat.

Senin, 12 September 2011

Nasehat dari Sang Panglima


Wasiat Sulthan Muhammad Al-Fatih Kepada Anaknya. 



Seketika, saya terharu membaca beberapa helaian yang mencatat isi sebahagian wasiat dan nasihat Sulthan Muhammad Al-Fatih kepada anaknya ketika beliau di ambang kematian. Terasa seolah-olah Al-Fatih sedang berbicara di hadapan saya.Cukup menyentuh, memberi kesan serta muhasabah buat mereka yang bergelar pimpinan.


Beliau Berkata:



-Jadilah seorang yang adil, shaleh, dan penyayang.



-Pemudahkan (jangan menyusahkan) atas pemeliharaanmu (terhadap sesuatu urusan) tanpa ada diskriminasi.



-Beramallah untuk menyebarkan agama Islam, kerana itu adalah kewajiban pemimpin di atas muka bumi.



-Utamakan perkara-perkara agama di atas segala sesuatu, dan jangan kamu hilangkan ketabahan ( untuk melaksanakannya ).


Kamis, 04 Agustus 2011

Wasiat Nabi SAW


Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Dalam sebuah kesempatan sahabat Abu Dzar a-Ghifffari r.a pernah bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w. Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, "Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku." Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena ia adalah pokok segala urusan." "Ya Rasulullah, tambahkanlah." pintaku.
"Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit."
"Ya Rasulullah, tambahkanlah." kataku.
"Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah."
"Lagi ya Rasulullah."
"Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku."
"Lagi ya Rasulullah."
"Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka."
"Tambahilah lagi."
"Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya."
"Tambahlah lagi untukku."
"Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui)."

Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,"Wahai Abu Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang yang baik akhlaqnya."
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam. 

Rabu, 03 Agustus 2011

Millatfacebook


Pernakah kalian mendengar nama Millatfacebook kawan? Aku yakin sebagian dari kalian tentunya pernah mendengar mengenai situs jejaring sosial yang dibuat oleh enam orang pemuda asal Lahore Pakistan. Situs ini merupakan situs jejaring sosial mirip facebook, kalau boleh aku memberikan pendapat aku lebih suka mengatakan kalau kedua situs ini serupa tapi tak sama.

   Semua ini bermula kurang lebih setahun yang lalu, ketika Facebook dengan pongahnya hendak mengadakan perlombaan membuat gambar Nabi Muhammad SAW (Grup: Everyone Draw Mohammed Day). Tentunya hal ini membuat kalangan umat Islam menjadi tersinggung, khusus di Pakistan, Facebook diblokir oleh pemerintah setempat. Hal ini rupanya memancing kreativitas kalangan pemuda di sana. Enam orang pemuda asal kota Lahore di Pakistan memutuskan membentuk perusahaan IT pada 30 Mei 2010 dengan nama Millatfacebook.